Sabtu, 02 April 2022

KULTUR SEKOLAH

 

Nama : Riska

Nim : 12001316

Kelas : 4H

Makul : Magang 1

 

Kultur Sekolah

Dari yang saya baca mengenai kultur sekolah dapat saya pahami bahwasanya kultur sekolah merupakan budaya,perilaku, kesenian, kepercayaan, kelembagaan, dan semua yang ada pada suatu masyarakat yang menjadi kebiasaa Dalam pemakaian sehari-hari, dalam hal ini, tradisi diartikan sebagai ide-ide umum, sikap dan kebiasaan dari masyarakat yang nampak dari perilaku sehari-hari kultur sekolah sebagai keyakinan dan nilai-nilai milik bersama yang menjadi pengikat kuat kebersamaan sebagai warga suatu masyarakat.

Jadi dapat saya simpulkan bahwasanya kultur sekolah merupakan Sejumlah keyakinan dan nilai yang disepakati secara luas di sekolah dan sejumlah kelompok memiliki kesepakatan terbatas di kalangan mereka tentang keyakinan dan nilai-nilai tertentu.Jadi, kultur sekolah merupakan krasi bersama yang dapat dipelajari dan teruji dalam memecahkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi sekolah dalam mencetak lulusan yang cerdas, terampil, mandiri dan bernurani.Dalam lembaga pendidikan misalnya, budaya ini berupa saling menyapa, saling menghargai, toleransi dan lain sebagainya. Dalam lembaga pendidikan, perilaku ini antara lain berupa semangat untuk selalu giat belajar, selalu menjaga kebersihan, bertutur sapa santun dan berbagai perilaku mulia lainnya.Dalam kultur sekolah, pada hakikatnya terjadi interaksi antar individu sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing dalam rangka mencapai tujuan bersama.Tatanan nilai yang telah dirumuskan dengan baik berusaha diwujudkan dalam berbagai perilaku keseharian melalui proses interaksi yang efektif.

Dalam rentang waktu yang panjang, perilaku tersebut akan membentuk suatu pola budaya tertentu yang unik antara satu organisasi dengan organisasi lainnya.Selain itu Kultur Sekolah merupakan budaya sekolah yang dapat memberikan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat sekolah baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif sebagaimana karakteristik kultur tersebut. Akan tetapi kultur sekolah memiliki nilai positif dan negatif.Yang mana kultur positif  budaya yang membantu mutu sekolah dan mutu kehidupan bagi perserta didik maupun pendidik.  Aktifitas siswa dalam kesehariannya tidak akan lepas dari keterlibatan kultur sekolah pada proses bersikap, berbuat dan memandang bahkan berfikirnya. Mutu kehidupan siswa yang diharapkan adalah siswa yang memiliki prilaku baik dalam sudut pandang etika dan agama. Kultur positif ini akan memberi peluang sekolah beserta warganya untuk membentuk dan maningkatkan kemampuan dan kecerdasan spiritual siswa. Sedangkan kultur negatif adalah budaya yang bersifat anarkis, negatif, beracun, bias, dan dominatif. Sekolah yang hanya melihat dan menargetkan hasil pendidikan yang berupa kemampuan intelegensi dan mengabaikan dimensi spiritaual siswa merupakan bagian dari kultur negatif, karena mereka cenderung tidak melakukan upaya yang mengarah kepada terbentuk dan berkembangnya kecerdasan spiritual siswa. Namun yang jelas dinamika kultur sekolah dapat saja menghadirkan konflik dan jika ini ditangani dengan bijak dan sehat dapat membawa perubahan positif. Dan kultur sekolah itu milik kolektif dan merupakan perjalanan sejarah sekolah, produk dari berbagai kekuatan yang masuk ke sekolah.

Kultur sekolah juga memiliki sisi baik dan sisi buruknya akan tetapi ada juga yang berbentuk netral. Kultur yang bersifat positif adalah kultur yang mendukung peningkatan mutu pendidikan, seperti menjalin jaringan dalam mencapai prestasi akademik dan non akademik, adanya subsidi silang antar sekolah, memberi penghargaan terhadap yang berprestasi, komitmen dalam belajar, saling percaya antar warga sekolah, dan sebagainya. Kultur yang bersifat negatif adalah kultur yang menghambat peningkatan mutu pendidikan, seperti banyak jam pelajaran yang kosong, siswa takut berbuat salah, siswa takut bertanya/mengemukakan pendapat, kompetisi yang tidak sehat di antara para siswa, perkelahian antar siswa atau antar sekolah dan sebagainya. Sedangkan kultur yang bersifat netral adalah kultur yang tidak mendukung peningkatan mutu pendidikan, seperti arisan keluarga sekolah, seragam guru dan karyawan, dan sebagainya.

Pengembangan kultur sekolah harus menjadi prioritas penting. Semua warga sekolah memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan kultur sekolah untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu. Sekolah yang berhasil membangun dan memberikan kultur yang baik akan menghasilkan prestasi belajar yang tinggi baik akademik maunpun non akademik. Artinya, dalam memperbaiki mutu sekolah tanpa adanya kultur sekolah yang positif maka perbaikan itu tidak akan tercapai, sehingga kultur sekolah harus menjadi komitmen luas bagi warga dan menjadi kepribadian sekolah, serta didukung oleh stakeholder sekolah. Dengan kultur sekolah yang positif dan mewaspadai adanya kultur negatif, maka suasana kebersamaan, kolaborasi, semangat untuk maju dan berkembang, dorongan bekerja keras dan kultur belajar mengajar yang bermutu akan dapat diciptakan

Nahh agar dapat terjalin kultur sekolah yang positif maka warga sekolah dapat menerapkan beberapa aspek antara lain 

 

-Efektifitas sekolah, terutama efektifitas pembelajaran.

Dengan adanya moving class, setiap kelas ditempati oleh 2 orang guru bidang studi yang sama, sehingga jika ada salah satu berhalangan mengajar otomatis akan digantikan guru yang satu, dan jika guru tersebut juga mengajar maka akan digantikan dengan guru lain pengampu mata pelajaran yang sama, sehingga tidak akan ada jam pelajaran kosong, fokus kepada pelanggan dan belajar berkesinambungan 

 

-Lingkungan sekolah bersih, rapi, aman, Indah, dan rindang.

Hal ini diimplementasikan dengan menjalin kerjasama dengan outsourcing cleaning service yang setiap saat siap untuk melaksanakan kebersihan lingkungan sekolah, menjadikan lingkungan sekolah bersih dan nyaman, ini mencerminkan nilai inti Fokus Kepada Pelanggan.

 

-Mengutamakan kepentingan sekolah diatas kepentingan pribadi.

Kalau ada ketidak sepahaman dalammemutuskan kebijakan, maka akan diadakan diskusi bersama seluruh warga sekolah (seluruh guru, karyawan dan siswa), untuk siswa dapat dilakukan dengan jalan mengisi kuesioner yang berisi usulan kepada sekolah, ini mencerminkan nilai inti “integritas dan fokus kepada pelanggan

-Peka terhadap lingkungan sekitar

Ikut berpartisipasi aktif jika lingkungan sekitar ada kegiatan, misalnya ada even-even penting di instansi tersebut, sekolah mengirim duta untuk berpartisipasi, baik guru, karyawan ataupun siswa.
Pada peringatan hari besar-hari besar keagamaan (misal : Idul Fitri & Idul Adha),s ekolah mengadakan Sholat Id bersama dan memberi zakat fitrah serta pembagian daging qurban kepada warga sekitar yang kurang mampu secara ekonomi (dhuafa), ini mencerminkan nilai inti “Fokus kepada pelanggan”. 

 

-Memiliki hubungan yang harmonis

Semua warga sekolah selalu menjaga hubungan baik, tidak bermusuhan. Untuk siswa ada tata tertib dan melarang keras siswa bekelahi dan memberikan sanksi yang tegas dengan dikeluarkannya dari sekolah, ini mencerminkan nilai inti “ramah dan menyenangkan

 Nahh dari beberapa aspek yang dapat di terapkan dapat menciptakan kultur sekolah yang positif.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SILABUS

  Nama : Riska Nim: 12001316 Kelas : 4H Prodi : PAI Makul : Magang SILABUS Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, Berjumpa lagi di bl...