Nama : Riska
Nim : 12001316
Kelas : 4H
Makul : Magang 1
Kultur Sekolah
Dari yang saya baca mengenai kultur
sekolah dapat saya pahami bahwasanya kultur sekolah merupakan budaya,perilaku,
kesenian, kepercayaan, kelembagaan, dan semua yang ada pada suatu masyarakat
yang menjadi kebiasaa Dalam pemakaian sehari-hari, dalam hal ini, tradisi
diartikan sebagai ide-ide umum, sikap dan kebiasaan dari masyarakat yang nampak
dari perilaku sehari-hari kultur sekolah sebagai keyakinan dan nilai-nilai
milik bersama yang menjadi pengikat kuat kebersamaan sebagai warga suatu
masyarakat.
Jadi dapat saya simpulkan bahwasanya
kultur sekolah merupakan Sejumlah keyakinan dan nilai yang disepakati secara
luas di sekolah dan sejumlah kelompok memiliki kesepakatan terbatas di kalangan
mereka tentang keyakinan dan nilai-nilai tertentu.Jadi, kultur sekolah
merupakan krasi bersama yang dapat dipelajari dan teruji dalam memecahkan
kesulitan-kesulitan yang dihadapi sekolah dalam mencetak lulusan yang cerdas,
terampil, mandiri dan bernurani.Dalam lembaga pendidikan misalnya, budaya ini
berupa saling menyapa, saling menghargai, toleransi dan lain sebagainya. Dalam
lembaga pendidikan, perilaku ini antara lain berupa semangat untuk selalu giat
belajar, selalu menjaga kebersihan, bertutur sapa santun dan berbagai perilaku
mulia lainnya.Dalam kultur sekolah, pada hakikatnya terjadi interaksi antar
individu sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing dalam rangka mencapai tujuan
bersama.Tatanan nilai yang telah dirumuskan dengan baik berusaha diwujudkan
dalam berbagai perilaku keseharian melalui proses interaksi yang efektif.
Dalam rentang waktu yang panjang,
perilaku tersebut akan membentuk suatu pola budaya tertentu yang unik antara
satu organisasi dengan organisasi lainnya.Selain itu Kultur Sekolah merupakan
budaya sekolah yang dapat memberikan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat
sekolah baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif sebagaimana karakteristik
kultur tersebut. Akan tetapi kultur sekolah memiliki nilai positif dan
negatif.Yang mana kultur positif budaya
yang membantu mutu sekolah dan mutu kehidupan bagi perserta didik maupun
pendidik. Aktifitas siswa dalam
kesehariannya tidak akan lepas dari keterlibatan kultur sekolah pada proses
bersikap, berbuat dan memandang bahkan berfikirnya. Mutu kehidupan siswa yang
diharapkan adalah siswa yang memiliki prilaku baik dalam sudut pandang etika
dan agama. Kultur positif ini akan memberi peluang sekolah beserta warganya untuk
membentuk dan maningkatkan kemampuan dan kecerdasan spiritual siswa. Sedangkan
kultur negatif adalah budaya yang bersifat anarkis, negatif, beracun, bias, dan
dominatif. Sekolah yang hanya melihat dan menargetkan hasil pendidikan yang
berupa kemampuan intelegensi dan mengabaikan dimensi spiritaual siswa merupakan
bagian dari kultur negatif, karena mereka cenderung tidak melakukan upaya yang
mengarah kepada terbentuk dan berkembangnya kecerdasan spiritual siswa. Namun
yang jelas dinamika kultur sekolah dapat saja menghadirkan konflik dan jika ini
ditangani dengan bijak dan sehat dapat membawa perubahan positif. Dan kultur
sekolah itu milik kolektif dan merupakan perjalanan sejarah sekolah, produk
dari berbagai kekuatan yang masuk ke sekolah.
Kultur sekolah juga memiliki sisi
baik dan sisi buruknya akan tetapi ada juga yang berbentuk netral. Kultur yang
bersifat positif adalah kultur yang mendukung peningkatan mutu pendidikan,
seperti menjalin jaringan dalam mencapai prestasi akademik dan non akademik,
adanya subsidi silang antar sekolah, memberi penghargaan terhadap yang
berprestasi, komitmen dalam belajar, saling percaya antar warga sekolah, dan
sebagainya. Kultur yang bersifat negatif adalah kultur yang menghambat
peningkatan mutu pendidikan, seperti banyak jam pelajaran yang kosong, siswa
takut berbuat salah, siswa takut bertanya/mengemukakan pendapat, kompetisi yang
tidak sehat di antara para siswa, perkelahian antar siswa atau antar sekolah
dan sebagainya. Sedangkan kultur yang bersifat netral adalah kultur yang tidak
mendukung peningkatan mutu pendidikan, seperti arisan keluarga sekolah, seragam
guru dan karyawan, dan sebagainya.
Pengembangan kultur sekolah harus
menjadi prioritas penting. Semua warga sekolah memiliki tanggung jawab untuk
mengembangkan kultur sekolah untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu. Sekolah
yang berhasil membangun dan memberikan kultur yang baik akan menghasilkan
prestasi belajar yang tinggi baik akademik maunpun non akademik. Artinya, dalam
memperbaiki mutu sekolah tanpa adanya kultur sekolah yang positif maka
perbaikan itu tidak akan tercapai, sehingga kultur sekolah harus menjadi
komitmen luas bagi warga dan menjadi kepribadian sekolah, serta didukung
oleh stakeholder sekolah. Dengan kultur sekolah yang positif dan
mewaspadai adanya kultur negatif, maka suasana kebersamaan, kolaborasi,
semangat untuk maju dan berkembang, dorongan bekerja keras dan kultur belajar
mengajar yang bermutu akan dapat diciptakan
Nahh agar dapat terjalin kultur sekolah yang positif maka warga
sekolah dapat menerapkan beberapa aspek antara lain
-Efektifitas sekolah, terutama efektifitas
pembelajaran.
Dengan adanya moving class, setiap kelas ditempati oleh 2 orang guru
bidang studi yang sama, sehingga jika ada salah satu berhalangan mengajar otomatis
akan digantikan guru yang satu, dan jika guru tersebut juga mengajar maka akan
digantikan dengan guru lain pengampu mata pelajaran yang sama, sehingga tidak
akan ada jam pelajaran kosong, fokus kepada pelanggan dan belajar
berkesinambungan
-Lingkungan sekolah bersih, rapi, aman, Indah,
dan rindang.
Hal ini diimplementasikan dengan menjalin kerjasama dengan outsourcing cleaning service yang setiap saat
siap untuk melaksanakan kebersihan lingkungan sekolah, menjadikan lingkungan
sekolah bersih dan nyaman, ini mencerminkan nilai inti Fokus Kepada Pelanggan.
-Mengutamakan kepentingan sekolah diatas
kepentingan pribadi.
Kalau ada ketidak
sepahaman dalammemutuskan kebijakan, maka akan diadakan diskusi bersama seluruh
warga sekolah (seluruh guru, karyawan dan siswa), untuk siswa dapat dilakukan
dengan jalan mengisi kuesioner yang berisi usulan kepada sekolah, ini
mencerminkan nilai inti “integritas dan fokus kepada pelanggan
-Peka terhadap lingkungan sekitar
Ikut berpartisipasi aktif jika lingkungan sekitar ada kegiatan, misalnya
ada even-even penting di instansi tersebut, sekolah mengirim duta untuk
berpartisipasi, baik guru, karyawan ataupun siswa.
Pada peringatan hari besar-hari besar keagamaan (misal : Idul Fitri & Idul
Adha),s ekolah mengadakan Sholat Id bersama dan memberi zakat fitrah serta
pembagian daging qurban kepada warga sekitar yang kurang mampu secara ekonomi
(dhuafa), ini mencerminkan nilai inti “Fokus kepada pelanggan”.
-Memiliki hubungan yang harmonis
Semua warga sekolah
selalu menjaga hubungan baik, tidak bermusuhan. Untuk siswa ada tata tertib dan
melarang keras siswa bekelahi dan memberikan sanksi yang tegas dengan
dikeluarkannya dari sekolah, ini mencerminkan nilai inti “ramah dan
menyenangkan
Nahh dari beberapa aspek yang dapat di
terapkan dapat menciptakan kultur sekolah yang positif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar