Sabtu, 18 Juni 2022

SILABUS

 

Nama : Riska

Nim: 12001316

Kelas : 4H

Prodi : PAI

Makul : Magang



SILABUS


Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, Berjumpa lagi di blog saya pada kesempatan sebelum nya kita sudah membahas mengenai Sistem Evaluasi,namun pada kesempatan kali ini kita akan mengulas mengenai Silabus .Apakah disini teman-teman semua sudah ada yang mengerti atau paham mengenai Silabus ? Jika masih ada yang belum tahu atau kurang mengerti mari kita bahas sama sama mengenai Silabus.

Dari beberapa sumbar yang telah saya baca dan pahami dapat di simpulkan bahwasanya Silabus dapat diartikan sebagai “garis besar, ringkasan, atau pokok-pokok isi atau materi pelajaran”. Silabus digunakan untuk menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut dari standar kompetensi dan kemampuan dasar yang ingin dicapai, dan pokok-pokok serta uraian materi yang perlu dipelajari siswa dalam mencapai standar kompetensi dan kemampuan dasar.

Silabus adalah salah satu komponen Perangkat pembelajaran dari rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan.

Atau bisa juga diartikan sebagai suatu rincian detail tentang rencana mengajar guru yang disusun dalam kelompok tema atau mata pelajaran tertentu, Komponen dari silabus antara lain Kompetensi Inti /Standar Kompetensi (KI/SK), Kompetensi Dasar (KD), Indikator/Indikator Pencapaian Kompetensi, Materi Pembelajaran, Alokasi waktu, Penilaian, dan Sumber Belajar yang digunakan

Manfaat yang dihasilkan dalam pembuatan suatu silabus yaitu:

  • Bermanfaat sebagai hal yang utama yang menjadi sumber acuan dalam menyusun  (RPP)
  • Guru lebih mudah memetakan ragam variasi pembelajaran yang akan dituangkan ke dalam RPP.
  • Guru lebih mudah dalam memetakan indikator-indikator pencapaian belajar yang harus dicapai oleh siswa.
  • Guru lebih mudah dalam merancang bentuk-bentuk penilaian dari setiap indikator yang ingin dicapai.
  • Guru lebih mudah dalam merumuskan atau mempadatkan pembelajaran

Tujuan Membuat Silabus

Adapun tujuan membuat silabus bagi tenaga pendidik dan guru. Berikut beberapa tujuan yang paling banyak dirasakan dan paling umum kita temui. 

1. Acuan Membuat Rencana Pembelajaran

Kelihatannya hanya menyusun pembelajaran, ternyata silabus berfungsi membantu dalam membuat acuan rencana pembelajaran. Mulai dari rencana pembelajaran tentang kajian mata pelajaran, pengembangan penilaian hasil pembelajaran ataupun pengelolaan kegiatan pembelajaran. 

2. Pedoman Penyusunan Buku Siswa

Sudah rahasia umum jika dalam belajar siswa membutuhkan buku pegangan sebagai pendamping pembelajaran bukan

Ternyata salah satu fungsi silabus adalah membantu penulis buku menyusun isi buku sesuai dengan kompetensi yang relevan dengan kurikulum ataupun satuan pendidikan yang diberlakukan dinas pendidikan. 

3. Sebagai Aktualisasi Kurikulum

Rancangan pembelajaran yang dibuat, nantinya pun akan di kembangkan lagi ke dalam bentuk perangkat pembelajaran.

Adapun fungsi pengembangan silabus tersebut, yaitu membantu dalam memaksimalkan dan menjadi sarana untuk mengaktualisasikan kurikulum secara operasional di tingkat satuan pendidikan. Aktualisasi inilah yang sebenarnya memudahkan guru untuk melakukan pembelajaran lebih nyaman.

Itulah beberapa fungsi silabus. Ternyata selain berfungsi ketiga yang sudah disebutkan di atas, juga berperan sebagai sumber pokok penyusunan rancangan pembelajaran yang terstandarisasi sesuai dengan kompetensi dasar.

Komponen Dalam Silabus

Saat membuat silabus, ada beberapa komponen yang tercakup di dalamnya. Lalu apa saja komponen tersebut? Berikut ulasannya. 

1. Kompetensi inti

Kompetensi inti (kt) adalah kompetensi mengenai keterampilan, sikap, dan pengetahuan yang disampaikan ke peserta didik lewat mata pelajaran. Kompetensi inti ini juga sebagai upaya mencapai standar kompetensi lulusan yang harus dicapai oleh peserta didik di setiap tingkatan kelas atau jenjang pendidikan. 

Kompetensi inti dapat pula diartikan sebagai operasional skl. Setidaknya ada empat dimensi yang mencerminkan kompetensi inti yang meliputi sikap spiritual, sikap sosial, pengetahuan dan keterampilan. Dimana keempat dimensi itulah yang dapat dijadikan sarana untuk mengintegrasikan muatan pembelajaran, demi mencapai standar kompetensi lulusan. 

2. Kompetensi dasar

Ada juga yang disebut dengan komponen kompetensi dasar (kd). Kompetensi ini berupa kemampuan spesifik yang meliputi keterampilan, sikap dan pengetahuan yang disampaikan lewat muatan dan mata pelajaran. Jadi setiap peserta didik wajib memperoleh kompetensi dasar ini.

3. Indikator pencapaian kompetensi

Indikator pencapaian kompetensi ini digunakan untuk mengukur, mengobservasi dan mengamati. Tujuannya untuk mengetahui apakah penilaian mata pelajaran sudah tercapai atau tidak. Salah satu cara untuk mengetahui indikator pencapaian kompetensi ini, biasanya dapat diketahui dengan cara menghitung, menceritakan, mengidentifikasi atau mengukur. Sementara indikasi pencapaian tersebut berhasil atau tidak, diukur lewat perubahan sikap, keterampilan dan pengetahuan peserta didik. 

4. Kegiatan pembelajaran

Kegiatan pembelajaran juga salah satu komponen dalam silabus. Kegiatan pembelajaran dapat menggunakan pendekatan-pendekatan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Umumnya kegiatan pembelajaran juga dapat dilakukan dengan berbagai model dan strategi pembelajaran yang sesuai. 

5. Materi pokok

Komponen materi pokok berisi tentang prinsip, fakta, konsep, prosedur yang relevan. Dimana materi pokok dapat ditulis dalam bentuk butir-butir yang telah disesuaikan dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. 

6. Pembelajaran

Sesuai dengan namanya, pembelajaran adalah komponen silabus yang berisi kegiatan antara guru dan peserta didik dalam tujuan mencapai kompetensi dasar yang diharapkan. 

7. Penilaian

Sementara kehadiran penilaian sebagai bentuk upaya mengumpulkan sekaligus upaya mengolah informasi untuk menilai hasil pencapaian yang diperoleh oleh peserta didik

8.Alokasi waktu

Alokasi waktu yang dimaksud di sini adalah rentang waktu. Bisa menunjukan jumlah jam pembelajaran, dan struktur kurikulum dalam satu semester atau dalam satu tahun yang akan dicapai dan yang akan dilakukan. 

9. Sumber belajar

Sementara yang dimaksud dengan sumber belajar dapat merujuk banyak bentuk. Misal merujuk pada buku peagngan, media elektronik, alam sekitar yang dapat dijadikan pembelajaran relevan dan masih banyak lagi. 

Itulah beberapa komponen dalam silabus. Ternyata ada banyak komponen yang perlu diperhatikan. Nah, kamu pun sebenarnya sudah bisa mempersiapkannya semenjak sekarang.

Tahapan Membuat Silabus

Setelah melihat beberapa uraian di atas, mungkin ada diantara kamu yang bertanya. Bagaimana tahap-tahap membuat silabus? Apakah sulit? Dan apa saja yang perlu dipersiapkan? Langsung saja simak ulasannya berikut. 

1. Mengkaji Kompetensi inti dan Kompetensi Dasar

Tahap pertama membuat silabus, lakukan kajian terhadap kompetensi inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Setidaknya saat menyusun KI dan KD kamu harus memperhatikan hierarki konsep disiplin ilmu dan tingkat kesulitan terlebih dahulu. 

Setelah menulis berdasarkan hierarki konsep, kamu bisa mengkaji apakah ada keterkaitan antara KD dan KI dalam mata pelajaran ataupun antar mata pelajaran. 

2. Mengidentifikasi materi pokok pelajaran

Tahapan yang kedua, kamu bisa melanjutkan untuk mengidentifikasi materi pokok pelajaran. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan di bagian ini, yaitu perhatikan potensi peserta didik, lihat apakah ada relevansi dengan karakteristik daerah? Termasuk tinjau terkait perkembangan fisik, sosial, intelektual, spiritual dan emosional peserta didik. 

Di dalam identifikasi materi pokok pembelajaran adalah melihat apakah KI dan KD memberikan kebermanfaatan kepada peserta didik? Lihat juga alokasi waktu dan relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan. Mengingat setiap daerah memiliki kasus dan permasalahan yang berbeda-beda. 

Selain itu semua, ternyata penting juga mengidentifikasi apakah pokok pembelajaran sudah sesuai dengan struktur keilmuan, keluasan materi pembelajaran, dan apakah sudah mendalam atau belum. Hal ini juga perlu diperhatikan. 

3. Pengembangan Kegiatan

Pengembangan kegiatan pembelajaran dalam silabus tidak dibuat begitu saja. Kamu perlu memperhatikan beberapa hal, sebagai berikut. 

  1. Apakah pembelajaran kegiatan yang diberikan membantu peserta didik? Atau sebaliknya. Kemudian perhatikan juga agar guru juga melaksanakan pembelajaran secara profesional
  2. Pengembangan kegiatan yang diberikan ke peserta didik disampaikan secara berurutan demi mencapai kompetensi dasar
  3. Adapun tujuan penyampaian pembelajaran dilakukan secara berurutan, yaitu agar sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran yang sudah didesain.
  4. Pengembangan kegiatan dapat pula didesain dan dikonsep dalam bentuk rumusan pernyataan kegiatan pembelajaran. Rumusan pernyataan tersebut minimal memiliki dua ciri yang  memperlihatkan perubahan terhadap pengalaman belajar siswa, yang bisa berbentuk kegiatan siswa ataupun berbentuk matrik.
  5. Merumuskan indikator pencapaian KD

 

Tahap selanjutnya adalah merumuskan indikator pencapaian Kompetensi Dasar. Indikasi bahwa Kompetensi dasar tercapai, dapat ditandai adanya perubahan perilaku ataupun sikap peserta didik. Peserta didik yang menunjukan perubahan pengetahuan dan keterampilan pun juga dapat dijadikan sebagai keberhasilan pencapaian kompetensi dasar ini. Nah, untuk bisa mengetahui hasilnya, maka peserta didik bisa menyusun alat penilaian atau dapat pula mengukur hasilnya dengan cara melakukan observasi. 

5. Menentukan jenis penilaian

Tahap selanjutnya, bisa menentukan jenis penilaian. Berbicara jenis penilaian, setiap guru memiliki cara dan formulanya sendiri. Ada yang menggunakan tes maupun non tes. Bisa juga dilakukan dalam bentuk tes tertulis, lisan, pengukuran sikap, pengamatan kerja, lisan atau memberi proyek kepada peserta didik. 

Nah, itulah beberapa hal penting tentang silabus. Semoga sedikit pembahasan ini bisa menjawab rasa penasaran kamu tentang silabus

 

Sabtu, 11 Juni 2022

Sistem Evaluasi

 

Nama : Riska

Nim : 12001316

Kelas : 4H

Prodi : PAI

Makul: Magang

 

Sistem Evaluasi

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, Berjumpa lagi di blog saya pada kesempatan sebelum nya kita sudah membahas mengenai Strategi Pembelajaran,namun pada kesempatan kali ini kita akan mengulas mengenai Sistem Evaluasi.Apakah disini teman-teman semua sudah ada yang mengerti atau paham mengenai Sistem Evaluasi? Jika masih ada yang belum tahu atau kurang mengerti mari kita bahas sama sama mengenai Sistem Evaluasi.

1.Pengertian evaluasi (penilaian)

Evaluasi sebagai suatu alat mengumpulkan informasi tentang sistem pendidikan. Mengevaluas pendidikan ialah mengumpulkan informasi agar terhadap pendidikan itu dapat  diambil tindakan ( Stufflebean, 1971) Hasilnya diperlukan untuk membuat berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Grondlund dan Linn (1990) mengatakan bahwa evaluasi pembelajaran adalah suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secaras sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran.Untuk dapat melaksanakan penilaian perlu melakukan pengukuran terlebih dahulu, sedangkan pengukuran tidak akan mempunyai makna tanpa melakukan penialaian (Arikunto 2002) . pengukuran dapat diartikan sebagai pemberian angka kepada suatu karakteristik tertentu yang didasarkan pada aturan atau formulasi yang jelas (Zainul,1992)

2.      Fungsi evaluasi (penialian)

Untuk diagnostik dan pengembangan. Hasil evaluasi menggambarkan kemajuan, kegagalan, dan kesulitan masing­masing siswa.Untuk seleksi. Hasil evaluasi dapat digunakan dalam rangka menyeleksi calon siswa dalam rangka penerimaan siswa Untuk memenuhi usia tertentu perlombaan. Hasil evaluasi digunakan untuk menetapkan siswa mana yang memenuhi syarat untuk memasuki usia tertentu misalnya usia junior dan senior dengan batas umur yang telah ditentukan. Untuk penempatan. Para siswa atlet yang memiliki prestasi bisa dipersiapkan untuk event yang lebih tinggi misalnya event nasional atau event internasional.Fungsi evaluasi dapat dibedakan menjadi dua yakni fungsi hasil belajar dan fungsi evaluasi hasil pengajaran. Evaluasi hasil belajar antara lain : Fungsi formatif Evaluasi yang dilakukan selama pembelajaran  berlangsung dapat memberika informasi yang berupa umpan balik bagi guru maupun bagi siswa. Dan Fungsi sumatif Dalam pelaksanaan  evaluasi hasil belajar tes sumatif biasanya dilakukan pada akhir program   pengajaran. Misalnya pada tengah semester, akhir semeter dan akhir tahun ajaran. (Haris & Jihad.2013)

Sedangkan fungsi evaluasi program pengajaran adalah sebagai berikut :

        Laporan untuk orang tua siswa. Evaluasi yang diselenggarakan sekolah perlu adanya laporan untuk orang tua siswa, oleh karena itu pelaporan harus dapat mudah dipahami, dan bersifat objektif dan harus menggambarkan tingkat pencapaian siswa.laporan tersebut dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : dengan peryataan lulus atau belum lulus dan dengan nilai siswa. Laporan untuk sekolah Selain untuk orang tua, siswa dan guru harus juga membuat laporan untuk sekolah. Sekolah sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap berlangsungnya proses pembelajaran. Oleh karena itu pihak sekolah berkepentingan untuk mengetahui catatan perkembangan peserta didiknya. Dalam operasionalnya pelaporan untuk sekolah lebih berorientasi dalam membangun penguatan siswa dalam,Mengadakan remidial, Mengadakan pengayaan, Perbaikan pembelajaran yang dilakukan guru, Penilaian kinerja guru oleh kepala sekolah.

        Laporan untuk masyarakat. Laporan kegiatan pembelajaran pada masyarakat merupakan hal yang juga penting untuk dilakukan oleh pihak sekolah karena dapat meyakinkan upaya – upaya yang telah dilakukan sekolah dalam meningkatkan pembelajaran.

3.   Tujuan Evaluasi

Pedoman penilaian Depdiknas (2001), menyatakan bahwa tujuan penilaian adalah untuk mengetahui kemajuan belajar siswa, untuk perbaikan, dan peningkatan kegiatan belajar siswa,mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan atau kesulitan belajar siswa, serta sekaligus memberi umpan balik untuk perbaikan kegiatan belajar. penialaian secara sistematis dan berkelanjutan untuk: menilai hasil belajar siswa di sekolah, mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan kepada masyarakat dan mengetahui mutu pendidikan disekolah

4.      Prinsip Evaluasi

Sistem penilaian dalam pembelajaran hendaknya dikembangakan berdasarkan prinsip – prinsip sebagai berikut : Menyeluruh, Berkelanjutan ,Berorientasi pada indikator ketercapaian Sesuai dengan pengalaman belajar.

5.      Aspek Yang Di Nilai

Sesuai dengan kemampuan dasar yang ingin dicapai maka pengujian harus mencakup :

Proses belajar :Yaitu seluruh pengalaman belajar yang dilakukan siswa .Hasil belajar: Yaitu ketercapaian setiap kemampuan dasar, baik kognitif, afektif maupun psikomotor, yang diperoleh siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran

 

1.     Evaluasi Hasil Pendidikan
Adalah kegiatan yang terus-menerus dan berkelanjutan untuk mengetahui kualitas dan kuantitas perubahan perilaku pada diri mahasiswa akibat proses pendidikan. Sistem evalusi yang ditetapkan di Akademi Farmasi Samarinda sebagai berikut:

a.     Acuan EHP
Adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk menetapkan keberhasilan peserta didik. Acuan yang digunakan adalah system penilaian standar mutlak atau Penilaian Acuan Patokan (PAP) yaitu penilaian yang ditujukan kepada tujuan instruksional yang harus dikuasai oleh peserta didik.

b.     Waktu Ujian dan Jenis Ujian


Ujian formatif  yang dilaksanakan selama proses pembelajaran/semester berjalan, Ujian sumatif bertujuan untuk menilai perkembangan, kemajuan dan kemampuan peserta didik dalam tahap/interval tertentu.

atau ujian yang dilaksanakan pada akhir proses pembelajaran untuk menilai kemampuan peserta didik secara keseluruhan dan dijadikan indikator untuk menentukan keberhasilan studi mahasiswa, prestasi akademik dan membuat keputusan akademik.

c.     Jenis Ujian
Evaluasi hasil belajar dalam suatu mata ajar dapat meliputi:

1.     Kuis/ulangan harian;
2.     Tugas (PR, pembuatan makalah, terjemahan, dan lain-lain);
3.     Ujian mid semester;
4.     Laporan hasil praktikum, diskusi, kerja lapangan, dan lain-lain;
5.     Ujian praktikum;
6.     Ujian akhir semester.

 

Tahap Evaluasi

Evaluasi memiliki tahapan yang harus diikuti, meski tak selalu sama, tetapi berbagai tahapan penting untuk dilakukan, berkaitan dengan hasil akhir dari proses evaluasi itu sendiri.

1. Menentukan Apa Saja yang Akan Dievaluasi
Dapat mengacu pada suatu program kerja atau kegiatan lainnya, di mana terdapat faktor-faktor yang bisa serta perlu dievaluasi.Tetapi secara umum, yang menjadi prioritas adalah hal-hal yang menjadi kunci utama (key-success).
2. Merancang Kegiatan Evaluasi
Desain, evaluasi seperti apa yang akan dilaksanakan, agar data-data yang dibutuhkan, tahapan kerja, serta siapa saja yang dilibatkan, dan apa saja yang dihasilkan, menjadi jelas, sebelum evaluasi berlangsung.
3. Pengumpulan Data Evaluasi

Pengumpulan data dapat dilakukan secara efisien dan efektif, sesuai kaidah-kaidah ilmiah yang berlaku, dan kebutuhan serta kemampuan.

4. Analisis Data dan Pengolahannya

Menganalisis data yang diterima, bisa berupa pengelompokan—agar lebih mudah di-analisis—dengan menggunakan alat penganalisis yang sesuai.Sehingga menghasilkan fakta terpercaya, dan hasil analisis, kemudian dapat dibandingkan dengan harapan atau rencana awal.

5. Pelaporan Hasil Evaluasi

Tahapan evaluasi terakhir adalah pelaporan hasil, untuk dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan.Sebab, hasil evaluasi itu harus di-dokumentasikan secara tertulis, agar bisa dibaca dan bermanfaat sebagaimana mestinya.

Contoh Evaluasi

Agar lebih mudah memahami evaluasi, mari menyelami beberapa contoh, lengkap dengan penjelasannya berikut ini:

Tes Subjektif

Biasa disebut dengan essay essay examination—berbentuk pertanyaan tulisan, di mana jawabannya berupa karangan atau kalimat panjang.Tes jenis ini adalah bentuk penilaian yang paling dikenal serta digunakan oleh guru di seklolah, dari dulu hingga kini.

 

 

Sabtu, 04 Juni 2022

Strategi Pembelajaran

 Nama : Riska

Nim : 12001316

Kelas : 4H

Prodi : PAI

Makul : Magang

 

Strategi Pembelajaran

Assalamualaikum warohmatullahi wabarakatuh berjumpa lagi dengan saya , pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai strategi Pembelajaran , Nahh mungkin teman-teman masih asa yang belum paham atau mengerti apa yang dimaksud dengan strategi Pembelajaran, tujuan dan manfaat dari strategi pembelajaran, macam-macam strategi pembelajaran yang mana akan kita bahas pada kesempatan kali ini.

Dari beberapa sumber yang telah saya baca dan pahami dapat di tarik simpulan bahwa strategi pembelajaran diartikan dengan sebuah perencanaan yang mengandung rangkaian kegiatn yang dibentuk dalam sebuah tindakan (rangkaian kegiatan) yang dirancan untuk meraih tujuan pendidikan tertentu.Strategi pembelajaran adalah suatu rencana, metode dan perangkat aktivitas yang terencana untuk meraih tujuan pembelajaran. Definisi lain dari strategi pembelajaran yaitu suatu rencana rangkaian kegiatan yang pada pemakaian metode dan penggunaan akan semua sumber daya atau kekuatan demi adanya pembelajaran yang disusun untuk meraih tujuan tertentu.

Fungsi dan tujuan dari strategi pembelajaran antara lain Memberikan isi pembelajaran kepada pembelajar dan Menyajikan informasi atau bahan-bahan yang dibutuhkan dalam belajar untuk menunjukkan unjuk kerja.

Sementara proses pembelajaran membutuhkan pengetahuan khusus, seni dan sains, akan bermanfaat untuk menyajikan topik secara efisien dan efektif kepada pendidik sesuai dengan tujuan.

Strategi ini, yakni mempunyai banyak jenis, yang dapat Anda dengar dari ulasan sebagai berikut:

1.Strategi Inkuiri atau SPI

Strategi untuk pertanyaan mencakup sejumlah kegiatan pembelajaran yang berfokus pada proses berpikir analitis dan kritis dalam pencarian dan menjawab pertanyaan. Sedangkan pertanyaan dan jawaban sering diajukan antara siswa dan guru untuk proses berpikir ini.

2. Strategi Expositorist atau SPE

Sistem pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menegaskan proses pemberian pengetahuan atau materi yang diberikan secara lisan oleh guru kepada siswa yang ingin membantu siswa menguasai materi secara efektif.

3. Strategi Berdasarkan Strategi atau SPBM

Pembelajaran SPBN adalah strategi pembelajaran yang menggabungkan beberapa kegiatan pembelajaran yang telah menyoroti proses penyelesaian masalah ilmiah.SPBM didasarkan pada psikologi kognitif, yang dapat dibebaskan dari asumsi bahwa belajar adalah proses perubahan perilaku melalui pengalaman.

4. Strategi Kooperatif atau SPK

Metode pembelajaran itu termasuk dalam sebuah sserangkaian kegiatan belajar yang dilakukan siswa dalam kelompok tertentu untuk mencapai perumusan tujuan pembelajaran.Strategi sistem pembelajaran kooperatif menggunakan kelompok atau tim kecil yang terdiri dari 4 hingga 6 orang yang mempunyai sebuah latar belakang akademik yang ras, kuat, atau jenis kelamin.

5. Tingkatkan Kemampuan Berpikir atau SPPKB

Jenis strategi ini diterapkan dalam suatu menyoroti keterampilan berpikir siswa. Materi yang disajikan tidak hanya disajikan dengan cara ini.Tetapi siswa dibimbing melalui proses untuk menemukan konsep mereka sendiri yang harus dikuasai dengan terus menangani proses dialog dan menggunakan pengalaman siswa.

Strategi ini yakni tidak hanya digunakan untuk memudahkan siswa mendapatkan pengetahuan tentang materi yang diberikan oleh guru atau pelatih. Namun, strategi pembelajaran juga dapat mengurangi kebosanan di dalam atau di luar kelas.

Saat menyerap sebuah pengetahuan, siswa memiliki keterampilan penyerapan yang berbeda, sehingga mereka perlu menggunakan strategi pembelajaran yang tepat. Berikut ialah beberapa contoh strategi, yakni:

a. Debat Aktif

Strategi dengan debat aktif lebih tepat. Contohnya guru dapat membagi kelas menjadi dua kelompok berdasarkan pada debat aktif dan kemudian memberikan tugas dengan kelebihan dan kekurangan kepada siswa.Guru bisa membuat dalam setiap kelompok menjadi representatif dan mendudukkannya sebagai pembicara 3. Setiap kelompok dapat mengekspresikan pandangan mereka dengan mengubah.Para pembicara kemudian kembali ke kelompok mereka untuk meminta pendapat mereka, mengembangkan strategi sebagai berdebat dengan kelompok lain.Tujuan dari strategi ini adalah sebagai melatih siswa untuk mengembangkan argumen yang kuat untuk menyelesaikan masalah kontroversial.

b. Setiap Siswa Berperan Sebagai Guru

Langkah selanjutnya adalah bagi guru untuk mendistribusikan kertas kepada siswa dan kemudian meminta siswa untuk menuliskan pertanyaan yang telah mereka pelajari.Pertanyaan-pertanyaan ini dapat didiskusikan di kelas. Setelah makalah dibuat secara acak, makalah akan didistribusikan secara acak kepada siswa dan pertanyaan tidak akan pernah kembali.Kemudian guru dapat meminta siswa untuk memahami kuesioner dengan lebih baik setiap waktu dan memikirkan jawabannya. Karena ini membuat siswa lebih percaya diri dan tidak takut melakukan kesalahan. Dalam meningkatkan sebuah proses diskusi, guru bisa meminta siswa lain akan melakukan sesuatu hal yang sama dan pada waktu yang tepat.

 

c. Mencari Informasi

Langkah-langkah yang dapat Anda gunakan dalam strategi pencarian informasi Anda berasal dari guru yang memberikan referensi yang relevan dengan topik kelas.

 

Prosedur (Langkah-Langkah) Pelaksanaan Strategi Pembelajaran

1. Persiapan

Tahap persiapan berkaitan dengan mempersiapkan siswa untuk menerima pelajaran. Dalam strategi ekspositori, langkah persiapan merupakan langkah yang sangat penting. Keberhasilan pelaksnaan pembelajaran dengan menggunakan strategi ekspositori sangat tergantung pada langkah persiapan. Tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan persiapan adalah:

1.     mengajak siswa keluar dari kondisi mental yang pasif

2.     membangkitkan motivasi dan minat siswa untuk belajar

3.     merangsang dan menggugah rasa ingin tahu siswa

4.     menciptakan suasana dan iklim pembelajaran yang terbuka.

 

Beberapa hal yang harus dilakukan dalam langkah persiapan di antaranya adalah:

1.     berikan sugesti yang positif fan hindari sugesti yang negatif

  1. mulailah dengan mengemukakan tujuan yang harus dicapai
  2. bukalah file (wawasan) dalam otak siswa.

2. Penyajian

Langkah penyajian adalah langkah penyampaian materi pelajaran sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan. Yang harus dipikirkan oleh setiap guru dalam penyajian ini adalah bagaimana agar materi pelajaran dapat dengan mudah ditangkap dan dipahami oleh siswa. Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan langkah ini:

1.     Gunakan bahasa yang komunikatif dan sesuai dengan perkembangan siswa yang diajar

2.     Gunakan intonasi suara yang terkontrol dan sesuai dengan materi yang disampaikan

3.     Guru harus menjaga kontak mata dengan siswa

4.     Gunakan joke-joke yang menyegarkan

3. Korelasi

Langkah korelasi adalah langkah menghubungkan materi pelajaran dengan pengalaman siswa atau dengan hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat menangkap keterkaitannya dalam struktur pengetahuan yang telah dimilikinya. Langkah korelasi dilakukan tiada lain untuk memberikan makna terhadap materi pelajaran, baik makna untuk memperbaiki struktur pengetahuan yang telah dimilikinya maupun makna untuk meningkatkan kualitas kemampuan berpikir dan kemampuan motorik siswa.


4. Menyimpulkan

Menyimpulkan adalah tahapan untuk memahami inti (core) dari materi pelajaran yang telah disajikan. Langkah menyimpulkan merupakan langkah yang sangat penting dalam strategi ekspositori, sebab melalui langkah menyimpulkan siswa akan dapat mengambil inti sari dari proses penyajian. Menyimpulkan berarti pula memberikan keyakinan kepada siswa tentang kebenaran suatu paparan. Dengan demikian, siswa tidak merasa ragu lagi akan penjelasan guru.

Menyimpulkan bisa dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya pertama, dengan cara mengulang kembali inti-inti materi yang menjadi pokok persoalan. Dengan cara demikian, diharapkan siswa dapat menangkap inti materi yang telah disajikan. Kedua, dengan cara memberikan beberapa pertanyaan yang relevan dengan materi yang telah disajikan. Dengan cara demikian, diharapkan siswa dapat mengingat kembali keseluruhan materi pelajaran yang telah dibahas, Ketiga, dengan cara maping melalui pemetaan keterkaitan antarmateri pokok-pokok materi.

5. Mengaplikasikan

Langkah aplikasi adalah langkah unjuk kemampuan siswa setelah mereka menyimak penjelasan guru. Langkah ini merupakan langkah yang sangat penting dalam proses pembelajaran ekspositori, sebab melalui langkah ini guru akan dapat mengumpulkan informasi tentang penguasaan dan pemahaman materi pelajaran oleh siswa. Teknik yang biasa dilakukan pada langkah ini di antaranya, pertama, dengan membuat tugas yang relevan dengan materi yang telah disajikan. Kedua, dengan memberikan tes yang sesuai dengan materi pelajaran yang telah disajikan.

 

SILABUS

  Nama : Riska Nim: 12001316 Kelas : 4H Prodi : PAI Makul : Magang SILABUS Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, Berjumpa lagi di bl...