Nama : Riska
Nim: 12001316
Kelas : 4H
Prodi : PAI
Makul : Magang
SILABUS
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarokatuh, Berjumpa lagi di blog saya pada kesempatan sebelum nya kita sudah
membahas mengenai Sistem Evaluasi,namun pada kesempatan kali ini kita akan
mengulas mengenai Silabus .Apakah disini teman-teman semua sudah ada yang
mengerti atau paham mengenai Silabus ? Jika masih ada yang belum tahu atau
kurang mengerti mari kita bahas sama sama mengenai Silabus.
Dari beberapa sumbar yang telah
saya baca dan pahami dapat di simpulkan bahwasanya Silabus dapat diartikan sebagai “garis besar, ringkasan, atau
pokok-pokok isi atau materi pelajaran”. Silabus digunakan untuk
menyebut suatu produk pengembangan kurikulum berupa penjabaran lebih lanjut
dari standar kompetensi dan kemampuan dasar yang ingin dicapai, dan pokok-pokok
serta uraian materi yang perlu dipelajari siswa dalam mencapai standar
kompetensi dan kemampuan dasar.
Silabus adalah salah satu
komponen Perangkat pembelajaran dari rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata
pelajaran dengan tema tertentu, yang mencakup standar kompetensi, kompetensi
dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber
belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan.
Atau bisa juga diartikan sebagai suatu rincian
detail tentang rencana mengajar guru yang disusun dalam kelompok tema atau mata
pelajaran tertentu, Komponen dari silabus antara lain Kompetensi Inti /Standar
Kompetensi (KI/SK), Kompetensi
Dasar (KD),
Indikator/Indikator Pencapaian Kompetensi, Materi Pembelajaran, Alokasi waktu,
Penilaian, dan Sumber Belajar yang digunakan
Manfaat yang dihasilkan dalam
pembuatan suatu silabus yaitu:
- Bermanfaat sebagai hal yang
utama yang menjadi sumber acuan dalam menyusun (RPP)
- Guru lebih mudah memetakan
ragam variasi pembelajaran yang akan dituangkan ke dalam RPP.
- Guru lebih mudah dalam
memetakan indikator-indikator pencapaian belajar yang harus dicapai oleh
siswa.
- Guru lebih mudah dalam
merancang bentuk-bentuk penilaian dari setiap indikator yang ingin
dicapai.
- Guru lebih
mudah dalam merumuskan atau mempadatkan pembelajaran
Tujuan Membuat Silabus
Adapun tujuan membuat silabus bagi
tenaga pendidik dan guru. Berikut beberapa tujuan yang paling banyak dirasakan
dan paling umum kita temui.
1.
Acuan Membuat Rencana Pembelajaran
Kelihatannya hanya menyusun
pembelajaran, ternyata silabus berfungsi membantu dalam membuat acuan rencana
pembelajaran. Mulai dari rencana pembelajaran tentang kajian mata pelajaran,
pengembangan penilaian hasil pembelajaran ataupun pengelolaan kegiatan
pembelajaran.
2.
Pedoman Penyusunan Buku Siswa
Sudah rahasia umum jika dalam
belajar siswa membutuhkan buku pegangan sebagai pendamping pembelajaran bukan
Ternyata salah satu fungsi silabus
adalah membantu penulis buku menyusun isi buku sesuai dengan kompetensi yang
relevan dengan kurikulum ataupun satuan pendidikan yang diberlakukan dinas
pendidikan.
3.
Sebagai Aktualisasi Kurikulum
Rancangan pembelajaran yang dibuat,
nantinya pun akan di kembangkan lagi ke dalam bentuk perangkat pembelajaran.
Adapun fungsi pengembangan silabus
tersebut, yaitu membantu dalam memaksimalkan dan menjadi sarana untuk
mengaktualisasikan kurikulum secara operasional di tingkat satuan pendidikan.
Aktualisasi inilah yang sebenarnya memudahkan guru untuk melakukan pembelajaran
lebih nyaman.
Itulah beberapa fungsi silabus.
Ternyata selain berfungsi ketiga yang sudah disebutkan di atas, juga berperan
sebagai sumber pokok penyusunan rancangan pembelajaran yang terstandarisasi
sesuai dengan kompetensi dasar.
Komponen Dalam Silabus
Saat membuat silabus, ada beberapa
komponen yang tercakup di dalamnya. Lalu apa saja komponen tersebut? Berikut
ulasannya.
1.
Kompetensi inti
Kompetensi inti (kt) adalah
kompetensi mengenai keterampilan, sikap, dan pengetahuan yang disampaikan ke
peserta didik lewat mata pelajaran. Kompetensi inti ini juga sebagai upaya
mencapai standar kompetensi lulusan yang harus dicapai oleh peserta didik di
setiap tingkatan kelas atau jenjang pendidikan.
Kompetensi inti dapat pula
diartikan sebagai operasional skl. Setidaknya ada empat dimensi yang
mencerminkan kompetensi inti yang meliputi sikap spiritual, sikap sosial,
pengetahuan dan keterampilan. Dimana keempat dimensi itulah yang dapat
dijadikan sarana untuk mengintegrasikan muatan pembelajaran, demi mencapai
standar kompetensi lulusan.
2.
Kompetensi dasar
Ada juga yang disebut dengan
komponen kompetensi dasar (kd). Kompetensi ini berupa kemampuan spesifik yang
meliputi keterampilan, sikap dan pengetahuan yang disampaikan lewat muatan dan
mata pelajaran. Jadi setiap peserta didik wajib memperoleh kompetensi dasar
ini.
3.
Indikator pencapaian kompetensi
Indikator pencapaian kompetensi ini
digunakan untuk mengukur, mengobservasi dan mengamati. Tujuannya untuk
mengetahui apakah penilaian mata pelajaran sudah tercapai atau tidak. Salah
satu cara untuk mengetahui indikator pencapaian kompetensi ini, biasanya dapat
diketahui dengan cara menghitung, menceritakan, mengidentifikasi atau mengukur.
Sementara indikasi pencapaian tersebut berhasil atau tidak, diukur lewat
perubahan sikap, keterampilan dan pengetahuan peserta didik.
4.
Kegiatan pembelajaran
Kegiatan pembelajaran juga salah
satu komponen dalam silabus. Kegiatan pembelajaran dapat menggunakan
pendekatan-pendekatan sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Umumnya kegiatan pembelajaran
juga dapat dilakukan dengan berbagai model dan strategi pembelajaran yang
sesuai.
5.
Materi pokok
Komponen materi pokok berisi
tentang prinsip, fakta, konsep, prosedur yang relevan. Dimana materi pokok
dapat ditulis dalam bentuk butir-butir yang telah disesuaikan dengan rumusan
indikator pencapaian kompetensi.
6.
Pembelajaran
Sesuai dengan namanya, pembelajaran
adalah komponen silabus yang berisi kegiatan antara guru dan peserta didik
dalam tujuan mencapai kompetensi dasar yang diharapkan.
7.
Penilaian
Sementara kehadiran penilaian
sebagai bentuk upaya mengumpulkan sekaligus upaya mengolah informasi untuk
menilai hasil pencapaian yang diperoleh oleh peserta didik
8.Alokasi
waktu
Alokasi waktu yang dimaksud di sini adalah rentang waktu. Bisa
menunjukan jumlah jam pembelajaran, dan struktur kurikulum dalam satu semester
atau dalam satu tahun yang akan dicapai dan yang akan dilakukan.
9.
Sumber belajar
Sementara yang dimaksud dengan sumber belajar dapat merujuk banyak
bentuk. Misal merujuk pada buku peagngan, media elektronik, alam sekitar yang
dapat dijadikan pembelajaran relevan dan masih banyak lagi.
Itulah beberapa komponen dalam silabus. Ternyata ada banyak
komponen yang perlu diperhatikan. Nah, kamu pun sebenarnya sudah bisa
mempersiapkannya semenjak sekarang.
Tahapan Membuat Silabus
Setelah melihat beberapa uraian di atas, mungkin ada diantara kamu
yang bertanya. Bagaimana tahap-tahap membuat silabus? Apakah sulit? Dan apa saja
yang perlu dipersiapkan? Langsung saja simak ulasannya berikut.
1. Mengkaji Kompetensi inti dan
Kompetensi Dasar
Tahap pertama membuat silabus, lakukan kajian terhadap kompetensi
inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD). Setidaknya saat menyusun KI dan KD kamu
harus memperhatikan hierarki konsep disiplin ilmu dan tingkat kesulitan
terlebih dahulu.
Setelah menulis berdasarkan hierarki konsep, kamu bisa mengkaji
apakah ada keterkaitan antara KD dan KI dalam mata pelajaran ataupun antar mata
pelajaran.
2. Mengidentifikasi materi pokok pelajaran
Tahapan yang kedua, kamu bisa melanjutkan untuk mengidentifikasi
materi pokok pelajaran. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan di bagian ini,
yaitu perhatikan potensi peserta didik, lihat apakah ada relevansi dengan karakteristik
daerah? Termasuk tinjau terkait perkembangan fisik, sosial, intelektual,
spiritual dan emosional peserta didik.
Di dalam identifikasi materi pokok pembelajaran adalah melihat
apakah KI dan KD memberikan kebermanfaatan kepada peserta didik? Lihat juga
alokasi waktu dan relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan
lingkungan. Mengingat setiap daerah memiliki kasus dan permasalahan yang
berbeda-beda.
Selain itu semua, ternyata penting juga mengidentifikasi apakah
pokok pembelajaran sudah sesuai dengan struktur keilmuan, keluasan materi
pembelajaran, dan apakah sudah mendalam atau belum. Hal ini juga perlu
diperhatikan.
3.
Pengembangan Kegiatan
Pengembangan kegiatan pembelajaran dalam silabus tidak dibuat
begitu saja. Kamu perlu memperhatikan beberapa hal, sebagai berikut.
- Apakah pembelajaran kegiatan yang diberikan membantu peserta
didik? Atau sebaliknya. Kemudian perhatikan juga agar guru juga
melaksanakan pembelajaran secara profesional
- Pengembangan kegiatan yang diberikan ke peserta didik
disampaikan secara berurutan demi mencapai kompetensi dasar
- Adapun tujuan penyampaian pembelajaran dilakukan secara
berurutan, yaitu agar sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran
yang sudah didesain.
- Pengembangan kegiatan dapat pula didesain dan dikonsep dalam bentuk rumusan pernyataan kegiatan pembelajaran. Rumusan pernyataan tersebut minimal memiliki dua ciri yang memperlihatkan perubahan terhadap pengalaman belajar siswa, yang bisa berbentuk kegiatan siswa ataupun berbentuk matrik.
- Merumuskan indikator pencapaian KD
Tahap selanjutnya adalah merumuskan
indikator pencapaian Kompetensi Dasar. Indikasi bahwa Kompetensi dasar
tercapai, dapat ditandai adanya perubahan perilaku ataupun sikap peserta didik.
Peserta didik yang menunjukan perubahan pengetahuan dan keterampilan pun juga
dapat dijadikan sebagai keberhasilan pencapaian kompetensi dasar ini. Nah,
untuk bisa mengetahui hasilnya, maka peserta didik bisa menyusun alat penilaian
atau dapat pula mengukur hasilnya dengan cara melakukan observasi.
5.
Menentukan jenis penilaian
Tahap selanjutnya, bisa menentukan jenis penilaian. Berbicara
jenis penilaian, setiap guru memiliki cara dan formulanya sendiri. Ada yang
menggunakan tes maupun non tes. Bisa juga dilakukan dalam bentuk tes tertulis,
lisan, pengukuran sikap, pengamatan kerja, lisan atau memberi proyek kepada
peserta didik.
Nah, itulah beberapa hal penting tentang silabus. Semoga sedikit
pembahasan ini bisa menjawab rasa penasaran kamu tentang silabus