Nama : Riska
Nim : 12001316
Kelas : 4H
Prodi : PAI
Makul: Magang
Sistem Evaluasi
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarokatuh, Berjumpa lagi di blog saya pada kesempatan sebelum nya kita sudah
membahas mengenai Strategi Pembelajaran,namun pada kesempatan kali ini kita
akan mengulas mengenai Sistem Evaluasi.Apakah disini teman-teman semua sudah
ada yang mengerti atau paham mengenai Sistem Evaluasi? Jika masih ada yang belum
tahu atau kurang mengerti mari kita bahas sama sama mengenai Sistem Evaluasi.
1.Pengertian evaluasi
(penilaian)
Evaluasi sebagai suatu
alat mengumpulkan informasi tentang sistem pendidikan. Mengevaluas pendidikan
ialah mengumpulkan informasi agar terhadap pendidikan itu
dapat diambil tindakan ( Stufflebean, 1971) Hasilnya diperlukan
untuk membuat berbagai putusan dalam bidang pendidikan dan pengajaran. Grondlund dan Linn (1990) mengatakan bahwa evaluasi
pembelajaran adalah suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan
menginterpretasi informasi secaras sistematik untuk menetapkan sejauh mana
ketercapaian tujuan pembelajaran.Untuk dapat melaksanakan penilaian perlu
melakukan pengukuran terlebih dahulu, sedangkan pengukuran tidak akan mempunyai
makna tanpa melakukan penialaian (Arikunto 2002) . pengukuran dapat diartikan
sebagai pemberian angka kepada suatu karakteristik tertentu yang didasarkan
pada aturan atau formulasi yang jelas (Zainul,1992)
2. Fungsi
evaluasi (penialian)
Untuk diagnostik dan pengembangan.
Hasil evaluasi menggambarkan kemajuan, kegagalan, dan kesulitan masingmasing
siswa.Untuk seleksi. Hasil evaluasi dapat digunakan dalam rangka menyeleksi
calon siswa dalam rangka penerimaan siswa Untuk memenuhi usia tertentu
perlombaan. Hasil evaluasi digunakan untuk menetapkan siswa mana yang memenuhi
syarat untuk memasuki usia tertentu misalnya usia junior dan senior dengan
batas umur yang telah ditentukan. Untuk penempatan. Para siswa atlet yang
memiliki prestasi bisa dipersiapkan untuk event yang lebih tinggi misalnya
event nasional atau event internasional.Fungsi evaluasi dapat dibedakan menjadi
dua yakni fungsi hasil belajar dan fungsi evaluasi hasil pengajaran. Evaluasi
hasil belajar antara lain : Fungsi formatif Evaluasi yang dilakukan selama
pembelajaran berlangsung dapat memberika informasi yang berupa umpan
balik bagi guru maupun bagi siswa. Dan Fungsi sumatif Dalam
pelaksanaan evaluasi hasil belajar tes sumatif biasanya dilakukan
pada akhir program pengajaran. Misalnya pada tengah semester,
akhir semeter dan akhir tahun ajaran. (Haris & Jihad.2013)
Sedangkan fungsi evaluasi program
pengajaran adalah sebagai berikut :
Laporan
untuk orang tua siswa. Evaluasi yang diselenggarakan sekolah perlu adanya
laporan untuk orang tua siswa, oleh karena itu pelaporan harus dapat mudah
dipahami, dan bersifat objektif dan harus menggambarkan tingkat pencapaian
siswa.laporan tersebut dapat dilakukan dengan dua cara yaitu : dengan peryataan
lulus atau belum lulus dan dengan nilai siswa. Laporan untuk sekolah Selain
untuk orang tua, siswa dan guru harus juga membuat laporan untuk sekolah.
Sekolah sebagai lembaga yang bertanggung jawab terhadap berlangsungnya proses
pembelajaran. Oleh karena itu pihak sekolah berkepentingan untuk mengetahui
catatan perkembangan peserta didiknya. Dalam operasionalnya pelaporan untuk
sekolah lebih berorientasi dalam membangun penguatan siswa dalam,Mengadakan
remidial, Mengadakan pengayaan, Perbaikan pembelajaran yang dilakukan guru,
Penilaian kinerja guru oleh kepala sekolah.
Laporan
untuk masyarakat. Laporan kegiatan pembelajaran pada masyarakat merupakan hal
yang juga penting untuk dilakukan oleh pihak sekolah karena dapat meyakinkan
upaya – upaya yang telah dilakukan sekolah dalam meningkatkan pembelajaran.
3. Tujuan
Evaluasi
Pedoman penilaian
Depdiknas (2001), menyatakan bahwa tujuan penilaian adalah untuk mengetahui
kemajuan belajar siswa, untuk perbaikan, dan peningkatan kegiatan belajar
siswa,mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan atau kesulitan belajar siswa,
serta sekaligus memberi umpan balik untuk perbaikan kegiatan belajar.
penialaian secara sistematis dan berkelanjutan untuk: menilai hasil belajar
siswa di sekolah, mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan kepada
masyarakat dan mengetahui mutu pendidikan disekolah
4. Prinsip
Evaluasi
Sistem penilaian dalam
pembelajaran hendaknya dikembangakan berdasarkan prinsip – prinsip sebagai
berikut : Menyeluruh, Berkelanjutan ,Berorientasi pada indikator ketercapaian
Sesuai dengan pengalaman belajar.
5. Aspek
Yang Di Nilai
Sesuai dengan kemampuan dasar yang
ingin dicapai maka pengujian harus mencakup :
Proses belajar :Yaitu seluruh
pengalaman belajar yang dilakukan siswa .Hasil belajar: Yaitu ketercapaian
setiap kemampuan dasar, baik kognitif, afektif maupun psikomotor, yang
diperoleh siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran
1. Evaluasi
Hasil Pendidikan
Adalah kegiatan yang terus-menerus dan berkelanjutan untuk mengetahui kualitas
dan kuantitas perubahan perilaku pada diri mahasiswa akibat proses
pendidikan. Sistem evalusi yang ditetapkan di Akademi Farmasi Samarinda
sebagai berikut:
a. Acuan EHP
Adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk menetapkan keberhasilan peserta
didik. Acuan yang digunakan adalah system penilaian standar mutlak atau
Penilaian Acuan Patokan (PAP) yaitu penilaian yang ditujukan kepada tujuan
instruksional yang harus dikuasai oleh peserta didik.
b. Waktu Ujian dan Jenis Ujian
Ujian formatif yang dilaksanakan
selama proses pembelajaran/semester berjalan, Ujian sumatif bertujuan untuk
menilai perkembangan, kemajuan dan kemampuan peserta didik dalam tahap/interval
tertentu.
atau ujian yang dilaksanakan pada
akhir proses pembelajaran untuk menilai kemampuan peserta didik secara
keseluruhan dan dijadikan indikator untuk menentukan keberhasilan studi
mahasiswa, prestasi akademik dan membuat keputusan akademik.
c. Jenis Ujian
Evaluasi hasil belajar dalam suatu mata ajar dapat meliputi:
1. Kuis/ulangan
harian;
2. Tugas (PR, pembuatan makalah, terjemahan, dan
lain-lain);
3. Ujian mid semester;
4. Laporan hasil praktikum, diskusi, kerja
lapangan, dan lain-lain;
5. Ujian praktikum;
6. Ujian akhir semester.
Tahap Evaluasi
Evaluasi
memiliki tahapan yang harus diikuti, meski tak selalu sama, tetapi berbagai
tahapan penting untuk dilakukan, berkaitan dengan hasil akhir dari proses
evaluasi itu sendiri.
1. Menentukan Apa Saja yang Akan Dievaluasi
Dapat mengacu pada suatu
program kerja atau kegiatan lainnya, di mana terdapat faktor-faktor yang bisa
serta perlu dievaluasi.Tetapi secara umum, yang menjadi prioritas adalah
hal-hal yang menjadi kunci utama (key-success).
2. Merancang Kegiatan Evaluasi
Desain, evaluasi seperti
apa yang akan dilaksanakan, agar data-data yang dibutuhkan, tahapan kerja,
serta siapa saja yang dilibatkan, dan apa saja yang dihasilkan, menjadi jelas,
sebelum evaluasi berlangsung.
3. Pengumpulan Data Evaluasi
Pengumpulan data dapat dilakukan
secara efisien dan efektif, sesuai kaidah-kaidah ilmiah yang berlaku, dan
kebutuhan serta kemampuan.
4. Analisis Data dan Pengolahannya
Menganalisis data yang diterima,
bisa berupa pengelompokan—agar lebih mudah di-analisis—dengan menggunakan alat
penganalisis yang sesuai.Sehingga menghasilkan fakta terpercaya, dan hasil
analisis, kemudian dapat dibandingkan dengan harapan atau rencana awal.
5. Pelaporan Hasil Evaluasi
Tahapan evaluasi terakhir adalah
pelaporan hasil, untuk dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mempunyai
kepentingan.Sebab, hasil evaluasi itu harus di-dokumentasikan secara tertulis,
agar bisa dibaca dan bermanfaat sebagaimana mestinya.
Contoh Evaluasi
Agar lebih mudah memahami evaluasi,
mari menyelami beberapa contoh, lengkap dengan penjelasannya berikut ini:
Tes Subjektif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar