Sabtu, 23 April 2022

4 Kompetensi Guru Profesional


Nama : Riska

Nim : 12001316

Kelas : 4H

Prodi: PAI

Magang 1


4 Kompetensi Guru Profesional

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh Baik berjumpa lagi dengan saya diblog ini yang mana saya akan membahas mengenai 4 Kopetensi Guru Profesional.Nahh mungkin dari teman-teman semua masih ada yang belum mengetahui apa sih 4 Kopetensi Guru Profesional? Nahh baik langsung saja kita bahas di sini.

Dari beberape sumbar yang telah saya baca dan pahami dapat di ketahui bahwasanya 4 Kopetensi guru Profesional biasa di sebut juga dengan (Teacher’s competency ) merupakan kemampuan seorang guru untuk melakukan tugas dan kewajibannya dengan layak dan bertanggung jawab. Yang mana terdapat di dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 pasal 8, yang mana menyatakan kompetensi guru meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang akan didapatkan jika mengikuti pendidikan profesi.Nah pasti teman teman semua pada bingung apa sih Kompetensi kepribadian,pedagogik,sosia,dan Profesional?

Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang dapat mencerminkan kepribadian seseorang yang dewasa, arif dan berwibawa, mantap, stabil, berakhlak mulia, serta dapat menjadi teladan yang baik bagi peserta didik. Nahh jadi kita sebagai seorang pendidik juga sangat perlu menunjukan kepribadian yang baik kepada perserta didik,sebab seorang guru akan menjadi tauladan bagi perserta didik nya. Yang mana sebagai Seorang guru kita harus bertindak sesuai dengan norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat, kita juga harus bangga menjadi seorang guru, serta konsisten dalam bertindak sesuai dengan norma yang berlaku.Selain itu kita juga perlu menampilkan sifat mandiri dalam melakukan tindakan sebagai seorang pendidik dan memiliki etos kerja yang tinggi sebagai guru.

Kepribadian yang arif Seorang pendidik harus menampilkan tindakan berdasarkan manfaat bagi peserta didik, sekolah dan juga masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir. Seorang guru harus mempunyai perilaku yang dapat memberikan pengaruh positif dan disegani oleh peserta didik.Memiliki akhlak mulia dan menjadi teladan. Seorang guru harus bertindak sesuai dengan norma yang berlaku (iman dan taqwa, jujur, ikhlas, suka menolong) dan dapat diteladani oleh peserta didik.

Nahh selanjutnya saya akan membahas Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan seorang guru dalam memahami peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, pengembangan peserta didik, dan evaluasi hasil belajar peserta didik untuk mengaktualisasi potensi yang mereka miliki.Jadi kita sebagai pendidik harus lah dapat memahami peserta didik dengan lebih mendalam. Dalam hal ini, seorang guru harus memahami peserta didik dengan cara memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian.Guru harus memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran, seperti menerapkan teori belajar dan pembelajaran, memahami landasan pendidikan, menentukan strategi pembelajaran didasarkan dari karakteristik peserta didik, materi ajar, kompetensi yang ingin dicapai, serta menyusun rancangan pembelajaranan.Selain itu Seorang guru harus dapat menata latar pembelajaran serta melaksanakan pembelajaran secara kondusif,Merancang dan mengevaluasi  pembelajaran.Disini guru harus mampu merancang dan mengevaluasi proses dan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan dengan menggunakan metode, melakukan analisis evaluasi proses dan hasil belajar agar dapat menentukan tingkat ketuntasan belajar peserta didik, serta memanfaatkan hasil penilaian untuk memperbaiki program pembelajaran.Guru juga harus mengembangkan peserta didik sebagai aktualisasi berbagai potensi peserta didik. Seorang guru mampu memberikan fasilitas untuk peserta didik agar dapat mengembangkan potensi akademik dan nonakademik yang mereka miliki.

Selanjutnya yaitu Kompetensi sosial merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seorang guru untuk berkomunikasi dan bergaul dengan tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua peserta didik, dan masyarakat di sekitar sekolah.Kompetensi sosial yaitu kemampuan yang dimiliki oleh seorang guru untuk berkomunikasi dan bergaul dengan tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua peserta didik, dan masyarakat di sekitar sekolah.Kompetensi sosial meliputi,Memiliki sikap inklusif, bertindak obyektif, dan tidak melakukan diskriminasi terhadap agama, jenis kelamin, kondisi fisik, ras, latar belakang keluarga, dan status sosial.Guru harus dapat berkomunikasi secara santun, empatik, dan efektif terhadap sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta masyarakat sekitar guru juga dapat melakukan adaptasi di tempat bertugas di berbagai wilayah Indonesia yang beragam kebudayaannya.Selain itu guru mampu melakukan komunikasi secara lisan dan tulisan.

Kompetensi Profesional

Kompetensi guru yang terakhir adalah kompetensi profesional. Kompetensi profesional yaitu penguasaan terhadap materi pembelajaran dengan lebih luas dan mendalam. Mencakup penguasaan terhadap materi kurikulum mata pelajaran dan substansi ilmu yang menaungi materi pembelajaran dan menguasai struktur serta metodologi keilmuannya.Kompetensi profesional antara lainPenguasaan terhadap materi, konsep, struktur dan pola pikir keilmuan yang dapat mendukung pembelajaran yang dikuasai.Penguasaan terhadap standar kompetensi dan kompetensi dasar setiap mata pelajaran atau bidang yang dikuasai Melakukan pengembangan materi pembelajaran yang dikuasai dengan kreatif Melakukan pengembangan profesionalitas secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan yang reflektif Menggunakan teknologi dalam berkomunikasi dan melakukan pengembangan diri.

Nahh sampai disini dulu penjelasan kita mengenai 4 Kompenensi Guru Profesional akan kita lanjut di minggu depan dengan pembahasan Krateristik Perserta Didik.

 

 

 

Sabtu, 16 April 2022

MANAJEMEN KELAS

Nama : Riska

Nim :12001316

Kelas : 4H

Magang

 

Manajemen Kelas

Dari beberapa sumber yang telah saya baca dan pahami dapat di artikan manajemen merupakan kemampuan dan ketrampilan khusus yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan suatu kegiatan baik secara perorangan ataupun bersama orang lain atau melalui orang lain dalam upaya mencapai tujuan organisasi secara produktif , efektif dan efisien.

Sebelum membahas tentang manajemen kelas, terlebih dahulu kita mengetahui pengertian dari pada kelas. Arikunto menjelaskan pengertian kelas sebagai sekelompok siswa yang pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang sama. Dan yang dimaksud dengan kelas, bukan hanya kelas yang merupakan ruangan yang dibatasi dinding tempat para siswa berkumpul bersama untuk mempelajari segala yang disajikan oleh pengajar, tetapi lebih dari itu kelas merupakan suatu unit kecil siswa yang berinteraksi dengan guru dalam proses pembelajaran dengan beragam keunikan yang dimiliki.

Setelah mengetahui pengertian tentang manajemen dan kelas, maka dapat di tarik kesimpulan

manajemen kelas merupakan segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. Atau dapat dikatakan bahwa manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses pembelajaran secara sistematis. Usaha sadar itu mengarah pada penyiapan bahan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi kondisi proses pembelajaran dan pengaturan waktu sehingga pembelajaran berjalan dengan baik dan tujuan kurikurer dapat tercapai.

Berdasarkan uraian dan pendapat diatas, dapat disimpulkan bahwa manajemen kelas adalah proses atau upaya yang dilakukan oleh seseorang guru secara sistematis untuk menciptakan dan mewujudkan kondisi kelas yang dinamis dan kondusif dalam rangka menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien.

Sebagai pengelolaan kelas guru atau wali kelas dituntuk mengelolan kelas sebagai lingkungan belajar siswa. Juga sebagai bagian dari lingkungan sekolah yang perlu diorganisasikan. Karena tugas guru yang utama adalah menciptakan suasana di dalam kelas agar terjadi interaksi pembelajaran dengan baik dan sungguh-sungguh. Oleh sebab itu, guru dan wali kelas dituntut memiliki kemampuan yang inovatif dalam mengelola kelas.

Dengan pengelolaan kelas yang baik diharapkan dapat tercipta kondisi kelompok belajar yang proporsional terdiri dari lingkungan kelas yang baik yang memungkinkan siswa berbuat sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, serta tersedia kesempatan yang memungkinkan untuk sedikit demi sedikit mengurangi ketergantungan dengan guru, sehingga siswa mampu melakukan self activity dan self control secara bertahap, tetapi pasti menuju taraf yang lebih dewasa.

Secara umum yang menjadi tujuan pengelolaan kelas dalam pandangan sudirman adalah penyedian fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap apresiasi para siswa

 Sedangkan Secara khusus yang menjadi tujuan pengelolaan kelas dalam pandangan Usman adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam menggunakan alat-alat belajar, menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa belajar dan bekerja, serta membantu siswa untuk memperoleh hasil yang diharapkan.

Peningkatan mutu pendidikan sekolah perlu di dukung dengan kemampuan mengelola dan manajemen kelas. Sekolah ataupun kelas harus ada perkembangan. Oleh karena itu, perlu adanya hubungan baik guru dengan murid agar tercipta suasana pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan. Selain itu, kelas harus diatur agar menjadi lingkungan pendidikan yang dapat menumbuhkan kreativitas, kedisiplinan, dan semangat belajar siswa. Dengan alasan inilah perlu adanya implementasi manajemen kelas. Untuk mengimplementasikan manajemen kelas secara efektif dan efisien, guru harus memiliki pengetahuan dan pandangan luas tentang mengelola kelas. Selain itu, guru di tuntut untuk melakukan fungsinya sebagai guru dalam meningkatkan proses pembelajaran, dengan manajemen kelas, membina, dan memberikan saran positif kepada siswa. Selain itu, guru juga harus melakukan tukar fikiran kepada siswanya.Seorang guru harus mengimplementasikan manajemen kelas dengan baik. Sebelum pembelajaran dimulai, guru harus mempersiapkan semua yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Tahap-tahap pengelolaan dan pelaksanaan proses pembelajaran adalah:

a.Perencanaan

b. Pengorganisasian

c. Pengarahan

d. Pengawasan

 

Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas  adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif, dan kreatif (Johnson dan Bany, 1970). Kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan  dalam manajemen kelas sebagai aspek-aspek manajemen kelas, seperti tertuang dalam Dirjen Dikdasmen (2000) adalah

1.    mengecek kehadiran siswa

2.    mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa, dan menilai hasil pekerjaan tersebut

3.    pendistribusian bahan dan alat

4.    mengumpulkan informasi siswa, mencatat data pemeliharaan arsip

5.    menyampaikan materi pelajaran

6.    memberikan tugas.

 

Sementara itu hal-hal yang perlu diperhatikan para guru, khususnya guru baru dalam pertemuan pertama dengan siswa di kelas adalah

1.    ketika bertemu dengan siswa, guru harus: (a) bersikap tenang dan percaya diri, (b) tidak menunjukkan rasa cemas, muka masam, atau sikap  tidak  simpatik;  (c)  memberikan salam lalu memperkenalkan diri; dan (d) memberikan format isian tentang data pribadi siswa atau guru menyuruh siswa menulis riwayat hidupnya secara singkat

2.    guru  memberikan tugas  kepada siswa dengan tertib  dan lancar

3.    mengatur tempat duduk siswa secara tertib dan teratur

4.    menentukan  tata cara  berbicara  dan tanya  jawab

5.    membuat denah  kelas (tempat duduk siswa)

6.    bertindak disiplin, baik terhadap siswa maupun terhadap  diri  sendiri (Dirjen Dikdasmen, 1996:13).

 

Sabtu, 09 April 2022

MANAJEMEN SEKOLAH

 

Nama : Riska

Nim : 12001316

Kelas : 4H

Prodi : PAI

Makul Magang 1


 

MANAJEMEN SEKOLAH

 

Dari beberapa sumber yang telah saya baca dapat saya pahami bahwasanya Manajemen Sekolah merupakan terjemahan dari School Management yang artinya suatu pendekatan politik yang bertujuan untuk merancang kembali pengelolaan sekolah dengan memberikan kekuasaan kepada Kepala Sekolah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya perbaikan kinerja sekolah yang mencakup guru, siswa, kepala sekolah dan meningkatkan partisipasi masyarakat.Selain itu Manajemen Sekolah merubah sistem pengambilan keputusan dan manajemen ke setiap pihak yang berkepentingan di tingkat lokal.

Jadi dapat di simpulkan Manajemen Sekolah merupakan suatu bentuk upaya pemberdayaan sekolah dan lingkungannya untuk mewujudkan sekolah yang mandiri dan efektif melalui optimalisasi peran dan fungsi sekolah sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan bersama yang mana diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran, dengan mendayagunakan segala sumber yang ada dilingkungan sekolah. Selain itu Manajemen Sekolah adalah penataan sistem pendidikan yang memberikan keleluasaan penuh kepada kepala sekolah, atas kesiapan seluruh staf sekolah, untuk memanfaatkan semua sumber dan fasilitas belajar yang ada untuk menyelenggarakan pendidikan bagi siswa serta memiliki akuntabilitas atas segala tindakan tersebut.Manajemen sekolah dapat diartikan sebagai suatu proses kerja komunitas sekolah dengan cara menerapkan kaidah-kaidah otonomi, akuntabilitas, partisipasi, dan sustainabilitas untuk mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran secara bermutu dengan mengalihkan wewenang dalam keputusan dari pemerintahan tingkat pusat (Departemen) atau Dinas Pendidikan (Provinsi/Kabupaten/kota) ke tingkat sekolah, diharapkan sekolah akan lebih mandiri.Manajemen Sekolah bertujuan untuk memberdayakan sekolah, terutama sumberdaya manusianya, seperti kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, orang tua siswa dan masyarakat sekitarnya. Pemberdayaan sumberdaya manusia ini melalui pemberian kewenangan, fleksibilitas, dan pemberian tanggung jawab untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh sekolah yang bersangkutan.

Manajemen sekolah juga berfungsi sebagai  pemberikan kebebasan dan kekuasaan yang besar pada sekolah, disertai seperangkat tanggung jawab.Dengan adanya otonomi yang memberikan tanggung jawab pengelolaan sumber daya dan pengembangan strategi Manajemen Sekolah sesuai dengan kondisi setempat, sekolah dapat lebih meningkatkan kesejahteraan guru sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada tugas. Keleluasaan dalam mengelola sumber daya dan dalam menyertakan masyarakat untuk berpartisipasi, mendorong profesionalisme kepala sekolah, dalam peranannya sebagai manajer maupun pemimpin sekolah.Dengan diberikannya kesempatan kepada sekolah untuk menyusun kurikulum, guru didorong untuk berinovasi, dengan melakukan eksperimentasi-eksperimenasi di lingkungan sekolahnya.Manajemen Sekolah mendorong profesionalisme guru dan kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. Melalui penyusunan kurikulum elektif, rasa tanggap sekolahterhadap kebutuhan setempat meningkat dan menjamin layanan pendidikan sesuai dengan tuntutan peserta didik dan masyarakat sekolah.Manajemen Sekolah menekankan keterlibatan maksimal berbagai pihak, seperti pada sekolah-sekolah swasta, sehingga menjamin partisipasi staf, orang tua, peserta didik, dan masyarakat yang lebih luas dalam perumusan-perumusan keputusan tentang pendidikan. Kesempatan berpartisipasi tersebut dapat meningkatkan komitmen mereka terhadap sekolah. Selanjutnya, aspek-aspek tersebut pada akhirnya akan mendukung efektivitas dalam pencapaian tujuan sekolah. Adanya kontrol dari masyarakat dan monitoring dari pemerintah, pengelolaan sekolah menjadi lebih akuntabel, transparan, egaliter dan demokratis, serta menghapuskan monopoli dalam pendidikan.Selain itu Manajemen juga memiliki  4 dasar prinsip yang digunakan untuk mengelola sekolah yaitu prinsip ekuifinalitas, prinsip desentralisasi,prinsip sistem pengelolaan mandiri, dan prinsip inisiatif sumber daya manusia.

Membuat manajemen sekolah yang baik tentu harus didiskusikan bersama dengan seluruh pihak ataupun perwakilan dari pihak yang akan terlibat nantinya. Usahakan untuk memenuhi segala aspek-aspek yang ada dalam penjelasan sebelumnya.Selain itu, usahakan juga untuk membuat manajemen yang fleksibel, di mana artinya bisa diperbarui atau bahkan diganti ketika muncul sebuah keadaan yang mengharuskan pihak sekolah untuk merombak manajemen sekolah ke arah yang lebih baik.Dan untuk membuat aplikasi seperti itu, tentu tidak mudah dan perlu dana yang lumayan besar. Namun, ada kabar gembira bagi sekolah di Indonesia. Sekarang ada platform gratis yang bisa menghandle semua kebutuhan sekolah dalam satu tempat. Termasuk didalamnya sudah tersedia aplikasi pembelajaran jarak jauh yang akan mempermudah guru dan siswa dalam belajar online.

Dapat disimpulkan bahwa dalam melaksanakan manajemen peningkatan mutu harus melalui tahapan-tahapan. Tahapan manejemen dimulai dari proses merumuskan rencana dan tujuan,pengunaan strategi yang tepat, pelaksanaan dan pelaporan serta ditutup dengan menentukan langkah baru untuk meningkatkan mutu yang lebih baik. Langkah ini penting untuk mengukur pencapaian tujuan dan kualitas sekolah.

Manajemen sekolah merupakan salah satu kegiatan yang dibuat untuk mengelola seluruh proses administrasi dalam sekolah sebagai sebuah organisasi yang utuh. Manajemen sekolah sendiri memiliki dua aspek, yaitu:

• Manajemen eksternal yang mencakup hubungan antara sekolah dengan pihak di lingkungan luar sekolah, seperti misalnya masyarakat setempat, pemimpin dari masyarakat setempat, dan pemimpin daerah, hingga dinas-dinas yang berkaitan dengan fungsi sekolah.

• Manajemen internal yang mencakup segala hal yang ada di sekolah, mulai dari infrastruktur seperti gedung sekolah, kelas, juga SDM yang ada di sekolah sebagai sebuah organisasi, seperti guru, kepala sekolah, staf, siswa, dan seluruh pihak-pihak lainnya, yang memiliki peran dalam membantu kemajuan sekolah.ada empat fungsi manajemen, yang terdiri dari:

• Perencanaan atau planning

• Pengorganisasian atau organizing

• Pelaksanaan atau actuating, dan

• Pengawasan atau controlling.

Jadi Tujuan utama penerapan manajemen sekolah pada intinya adalah untuk penyeimbangan struktur kewenangan antara sekolah, pemerintah daerah pelaksanaan proses dan pusat sehingga manajemen menjadi lebih efisien. Kewenangan terhadap pembelajaran di serahkan kepada unit yang paling dekat dengan pelaksanaan proses pembelajaran itu sendiri yaitu sekolah.

Di samping itu untuk memberdayakan sekolah agar sekolah dapat melayani masyarakat secara maksimal sesuai dengan keinginan masyarakat tersebut. Tujuan penerapan manajemen sekolah adalah untuk memandirikan atau memberdayakan sekolah melalui kewenangan kepada sekolah dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif

 

Sabtu, 02 April 2022

KULTUR SEKOLAH

 

Nama : Riska

Nim : 12001316

Kelas : 4H

Makul : Magang 1

 

Kultur Sekolah

Dari yang saya baca mengenai kultur sekolah dapat saya pahami bahwasanya kultur sekolah merupakan budaya,perilaku, kesenian, kepercayaan, kelembagaan, dan semua yang ada pada suatu masyarakat yang menjadi kebiasaa Dalam pemakaian sehari-hari, dalam hal ini, tradisi diartikan sebagai ide-ide umum, sikap dan kebiasaan dari masyarakat yang nampak dari perilaku sehari-hari kultur sekolah sebagai keyakinan dan nilai-nilai milik bersama yang menjadi pengikat kuat kebersamaan sebagai warga suatu masyarakat.

Jadi dapat saya simpulkan bahwasanya kultur sekolah merupakan Sejumlah keyakinan dan nilai yang disepakati secara luas di sekolah dan sejumlah kelompok memiliki kesepakatan terbatas di kalangan mereka tentang keyakinan dan nilai-nilai tertentu.Jadi, kultur sekolah merupakan krasi bersama yang dapat dipelajari dan teruji dalam memecahkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi sekolah dalam mencetak lulusan yang cerdas, terampil, mandiri dan bernurani.Dalam lembaga pendidikan misalnya, budaya ini berupa saling menyapa, saling menghargai, toleransi dan lain sebagainya. Dalam lembaga pendidikan, perilaku ini antara lain berupa semangat untuk selalu giat belajar, selalu menjaga kebersihan, bertutur sapa santun dan berbagai perilaku mulia lainnya.Dalam kultur sekolah, pada hakikatnya terjadi interaksi antar individu sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing dalam rangka mencapai tujuan bersama.Tatanan nilai yang telah dirumuskan dengan baik berusaha diwujudkan dalam berbagai perilaku keseharian melalui proses interaksi yang efektif.

Dalam rentang waktu yang panjang, perilaku tersebut akan membentuk suatu pola budaya tertentu yang unik antara satu organisasi dengan organisasi lainnya.Selain itu Kultur Sekolah merupakan budaya sekolah yang dapat memberikan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat sekolah baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif sebagaimana karakteristik kultur tersebut. Akan tetapi kultur sekolah memiliki nilai positif dan negatif.Yang mana kultur positif  budaya yang membantu mutu sekolah dan mutu kehidupan bagi perserta didik maupun pendidik.  Aktifitas siswa dalam kesehariannya tidak akan lepas dari keterlibatan kultur sekolah pada proses bersikap, berbuat dan memandang bahkan berfikirnya. Mutu kehidupan siswa yang diharapkan adalah siswa yang memiliki prilaku baik dalam sudut pandang etika dan agama. Kultur positif ini akan memberi peluang sekolah beserta warganya untuk membentuk dan maningkatkan kemampuan dan kecerdasan spiritual siswa. Sedangkan kultur negatif adalah budaya yang bersifat anarkis, negatif, beracun, bias, dan dominatif. Sekolah yang hanya melihat dan menargetkan hasil pendidikan yang berupa kemampuan intelegensi dan mengabaikan dimensi spiritaual siswa merupakan bagian dari kultur negatif, karena mereka cenderung tidak melakukan upaya yang mengarah kepada terbentuk dan berkembangnya kecerdasan spiritual siswa. Namun yang jelas dinamika kultur sekolah dapat saja menghadirkan konflik dan jika ini ditangani dengan bijak dan sehat dapat membawa perubahan positif. Dan kultur sekolah itu milik kolektif dan merupakan perjalanan sejarah sekolah, produk dari berbagai kekuatan yang masuk ke sekolah.

Kultur sekolah juga memiliki sisi baik dan sisi buruknya akan tetapi ada juga yang berbentuk netral. Kultur yang bersifat positif adalah kultur yang mendukung peningkatan mutu pendidikan, seperti menjalin jaringan dalam mencapai prestasi akademik dan non akademik, adanya subsidi silang antar sekolah, memberi penghargaan terhadap yang berprestasi, komitmen dalam belajar, saling percaya antar warga sekolah, dan sebagainya. Kultur yang bersifat negatif adalah kultur yang menghambat peningkatan mutu pendidikan, seperti banyak jam pelajaran yang kosong, siswa takut berbuat salah, siswa takut bertanya/mengemukakan pendapat, kompetisi yang tidak sehat di antara para siswa, perkelahian antar siswa atau antar sekolah dan sebagainya. Sedangkan kultur yang bersifat netral adalah kultur yang tidak mendukung peningkatan mutu pendidikan, seperti arisan keluarga sekolah, seragam guru dan karyawan, dan sebagainya.

Pengembangan kultur sekolah harus menjadi prioritas penting. Semua warga sekolah memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan kultur sekolah untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu. Sekolah yang berhasil membangun dan memberikan kultur yang baik akan menghasilkan prestasi belajar yang tinggi baik akademik maunpun non akademik. Artinya, dalam memperbaiki mutu sekolah tanpa adanya kultur sekolah yang positif maka perbaikan itu tidak akan tercapai, sehingga kultur sekolah harus menjadi komitmen luas bagi warga dan menjadi kepribadian sekolah, serta didukung oleh stakeholder sekolah. Dengan kultur sekolah yang positif dan mewaspadai adanya kultur negatif, maka suasana kebersamaan, kolaborasi, semangat untuk maju dan berkembang, dorongan bekerja keras dan kultur belajar mengajar yang bermutu akan dapat diciptakan

Nahh agar dapat terjalin kultur sekolah yang positif maka warga sekolah dapat menerapkan beberapa aspek antara lain 

 

-Efektifitas sekolah, terutama efektifitas pembelajaran.

Dengan adanya moving class, setiap kelas ditempati oleh 2 orang guru bidang studi yang sama, sehingga jika ada salah satu berhalangan mengajar otomatis akan digantikan guru yang satu, dan jika guru tersebut juga mengajar maka akan digantikan dengan guru lain pengampu mata pelajaran yang sama, sehingga tidak akan ada jam pelajaran kosong, fokus kepada pelanggan dan belajar berkesinambungan 

 

-Lingkungan sekolah bersih, rapi, aman, Indah, dan rindang.

Hal ini diimplementasikan dengan menjalin kerjasama dengan outsourcing cleaning service yang setiap saat siap untuk melaksanakan kebersihan lingkungan sekolah, menjadikan lingkungan sekolah bersih dan nyaman, ini mencerminkan nilai inti Fokus Kepada Pelanggan.

 

-Mengutamakan kepentingan sekolah diatas kepentingan pribadi.

Kalau ada ketidak sepahaman dalammemutuskan kebijakan, maka akan diadakan diskusi bersama seluruh warga sekolah (seluruh guru, karyawan dan siswa), untuk siswa dapat dilakukan dengan jalan mengisi kuesioner yang berisi usulan kepada sekolah, ini mencerminkan nilai inti “integritas dan fokus kepada pelanggan

-Peka terhadap lingkungan sekitar

Ikut berpartisipasi aktif jika lingkungan sekitar ada kegiatan, misalnya ada even-even penting di instansi tersebut, sekolah mengirim duta untuk berpartisipasi, baik guru, karyawan ataupun siswa.
Pada peringatan hari besar-hari besar keagamaan (misal : Idul Fitri & Idul Adha),s ekolah mengadakan Sholat Id bersama dan memberi zakat fitrah serta pembagian daging qurban kepada warga sekitar yang kurang mampu secara ekonomi (dhuafa), ini mencerminkan nilai inti “Fokus kepada pelanggan”. 

 

-Memiliki hubungan yang harmonis

Semua warga sekolah selalu menjaga hubungan baik, tidak bermusuhan. Untuk siswa ada tata tertib dan melarang keras siswa bekelahi dan memberikan sanksi yang tegas dengan dikeluarkannya dari sekolah, ini mencerminkan nilai inti “ramah dan menyenangkan

 Nahh dari beberapa aspek yang dapat di terapkan dapat menciptakan kultur sekolah yang positif.

 

 

SILABUS

  Nama : Riska Nim: 12001316 Kelas : 4H Prodi : PAI Makul : Magang SILABUS Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, Berjumpa lagi di bl...