Nama : Riska
Nim : 12001316
Kelas : 4H
Prodi : PAI
Makul Magang 1
MANAJEMEN
SEKOLAH
Dari beberapa sumber yang telah saya
baca dapat saya pahami bahwasanya Manajemen Sekolah merupakan terjemahan dari
School Management yang artinya suatu pendekatan politik yang bertujuan untuk
merancang kembali pengelolaan sekolah dengan memberikan kekuasaan kepada Kepala
Sekolah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya perbaikan kinerja
sekolah yang mencakup guru, siswa, kepala sekolah dan meningkatkan partisipasi
masyarakat.Selain itu Manajemen Sekolah merubah sistem pengambilan keputusan
dan manajemen ke setiap pihak yang berkepentingan di tingkat lokal.
Jadi dapat di simpulkan Manajemen
Sekolah merupakan suatu bentuk upaya pemberdayaan sekolah dan lingkungannya
untuk mewujudkan sekolah yang mandiri dan efektif melalui optimalisasi peran
dan fungsi sekolah sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan bersama
yang mana diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran, dengan mendayagunakan
segala sumber yang ada dilingkungan sekolah. Selain itu Manajemen Sekolah
adalah penataan sistem pendidikan yang memberikan keleluasaan penuh kepada
kepala sekolah, atas kesiapan seluruh staf sekolah, untuk memanfaatkan semua
sumber dan fasilitas belajar yang ada untuk menyelenggarakan pendidikan bagi
siswa serta memiliki akuntabilitas atas segala tindakan tersebut.Manajemen
sekolah dapat diartikan sebagai suatu proses kerja komunitas sekolah dengan
cara menerapkan kaidah-kaidah otonomi, akuntabilitas, partisipasi, dan
sustainabilitas untuk mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran secara
bermutu dengan mengalihkan wewenang dalam keputusan dari pemerintahan tingkat
pusat (Departemen) atau Dinas Pendidikan (Provinsi/Kabupaten/kota) ke tingkat
sekolah, diharapkan sekolah akan lebih mandiri.Manajemen Sekolah bertujuan
untuk memberdayakan sekolah, terutama sumberdaya manusianya, seperti kepala
sekolah, guru, karyawan, siswa, orang tua siswa dan masyarakat sekitarnya.
Pemberdayaan sumberdaya manusia ini melalui pemberian kewenangan,
fleksibilitas, dan pemberian tanggung jawab untuk memecahkan masalah-masalah
yang dihadapi oleh sekolah yang bersangkutan.
Manajemen sekolah juga berfungsi
sebagai pemberikan kebebasan dan
kekuasaan yang besar pada sekolah, disertai seperangkat tanggung jawab.Dengan
adanya otonomi yang memberikan tanggung jawab pengelolaan sumber daya dan
pengembangan strategi Manajemen Sekolah sesuai dengan kondisi setempat, sekolah
dapat lebih meningkatkan kesejahteraan guru sehingga dapat lebih berkonsentrasi
pada tugas. Keleluasaan dalam mengelola sumber daya dan dalam menyertakan
masyarakat untuk berpartisipasi, mendorong profesionalisme kepala sekolah,
dalam peranannya sebagai manajer maupun pemimpin sekolah.Dengan diberikannya
kesempatan kepada sekolah untuk menyusun kurikulum, guru didorong untuk
berinovasi, dengan melakukan eksperimentasi-eksperimenasi di lingkungan
sekolahnya.Manajemen Sekolah mendorong profesionalisme guru dan kepala sekolah
sebagai pemimpin pendidikan di sekolah. Melalui penyusunan kurikulum elektif,
rasa tanggap sekolahterhadap kebutuhan setempat meningkat dan menjamin layanan
pendidikan sesuai dengan tuntutan peserta didik dan masyarakat
sekolah.Manajemen Sekolah menekankan keterlibatan maksimal berbagai pihak,
seperti pada sekolah-sekolah swasta, sehingga menjamin partisipasi staf, orang
tua, peserta didik, dan masyarakat yang lebih luas dalam perumusan-perumusan
keputusan tentang pendidikan. Kesempatan berpartisipasi tersebut dapat
meningkatkan komitmen mereka terhadap sekolah. Selanjutnya, aspek-aspek
tersebut pada akhirnya akan mendukung efektivitas dalam pencapaian tujuan
sekolah. Adanya kontrol dari masyarakat dan monitoring dari pemerintah,
pengelolaan sekolah menjadi lebih akuntabel, transparan, egaliter dan
demokratis, serta menghapuskan monopoli dalam pendidikan.Selain itu Manajemen
juga memiliki 4 dasar prinsip yang
digunakan untuk mengelola sekolah yaitu prinsip ekuifinalitas, prinsip
desentralisasi,prinsip sistem pengelolaan mandiri, dan prinsip inisiatif sumber
daya manusia.
Membuat manajemen sekolah yang baik
tentu harus didiskusikan bersama dengan seluruh pihak ataupun perwakilan dari
pihak yang akan terlibat nantinya. Usahakan untuk memenuhi segala aspek-aspek
yang ada dalam penjelasan sebelumnya.Selain itu, usahakan juga untuk membuat
manajemen yang fleksibel, di mana artinya bisa diperbarui atau bahkan diganti
ketika muncul sebuah keadaan yang mengharuskan pihak sekolah untuk merombak
manajemen sekolah ke arah yang lebih baik.Dan untuk membuat aplikasi seperti
itu, tentu tidak mudah dan perlu dana yang lumayan besar. Namun, ada kabar
gembira bagi sekolah di Indonesia. Sekarang ada platform gratis yang
bisa menghandle semua kebutuhan sekolah dalam satu tempat. Termasuk didalamnya
sudah tersedia aplikasi pembelajaran jarak jauh yang akan mempermudah guru dan
siswa dalam belajar online.
Dapat disimpulkan bahwa dalam
melaksanakan manajemen peningkatan mutu harus melalui tahapan-tahapan. Tahapan
manejemen dimulai dari proses merumuskan rencana dan tujuan,pengunaan strategi
yang tepat, pelaksanaan dan pelaporan serta ditutup dengan menentukan langkah
baru untuk meningkatkan mutu yang lebih baik. Langkah ini penting untuk
mengukur pencapaian tujuan dan kualitas sekolah.
Manajemen sekolah merupakan salah
satu kegiatan yang dibuat untuk mengelola seluruh proses administrasi dalam
sekolah sebagai sebuah organisasi yang utuh. Manajemen sekolah sendiri memiliki
dua aspek, yaitu:
• Manajemen eksternal yang mencakup
hubungan antara sekolah dengan pihak di lingkungan luar sekolah, seperti
misalnya masyarakat setempat, pemimpin dari masyarakat setempat, dan pemimpin
daerah, hingga dinas-dinas yang berkaitan dengan fungsi sekolah.
• Manajemen internal yang mencakup
segala hal yang ada di sekolah, mulai dari infrastruktur seperti gedung
sekolah, kelas, juga SDM yang ada di sekolah sebagai sebuah organisasi, seperti
guru, kepala sekolah, staf, siswa, dan seluruh pihak-pihak lainnya, yang memiliki
peran dalam membantu kemajuan sekolah.ada empat fungsi manajemen, yang terdiri
dari:
• Perencanaan atau planning
• Pengorganisasian atau organizing
• Pelaksanaan atau actuating, dan
• Pengawasan atau controlling.
Jadi
Tujuan utama penerapan manajemen sekolah pada intinya adalah untuk
penyeimbangan struktur kewenangan antara sekolah, pemerintah daerah pelaksanaan
proses dan pusat sehingga manajemen menjadi lebih efisien. Kewenangan terhadap
pembelajaran di serahkan kepada unit yang paling dekat dengan pelaksanaan
proses pembelajaran itu sendiri yaitu sekolah.
Di
samping itu untuk memberdayakan sekolah agar sekolah dapat melayani masyarakat
secara maksimal sesuai dengan keinginan masyarakat tersebut. Tujuan penerapan
manajemen sekolah adalah untuk memandirikan atau memberdayakan sekolah melalui
kewenangan kepada sekolah dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan
keputusan secara partisipatif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar