Nama : Riska
Nim : 12001316
Kelas : 4H
Prodi : PAI
Makul : Magang 1
Karakteristik Peserta Didik
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarokatuh, Berjumpa lagi di blog saya pada kali ini pada kesempatan sebelum
nya kita membahas mengenai 4 Kompentensi Guru Profesional nahh pada kesempatan
ini kita akan mengulas mengenai Karakteristik Peserta Didik Karena kita masih
dalam suasana lebaran saya mengucapkan taqabbalalahu minna wa minkum minalaidin
wal faizin mohon maaf lahir dan batin. Nah apakah disini teman-teman sudah ada
yang mengerti atau paham mengenai apasih yang dimaksud dengan Karakteristik Peserta Didik?
Jika masih ada yang tidak tau atau kurang mengerti mari kita bahas sama sama
mengenai Karakteristik Peserta Didik.
Memahami karakteristik peserta didik merupakan hal yang sangat
penting guna tercapainya tujuan pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran harus
ada ketersambungan komunikasi antara pendidik dengan peserta didik. Karena itu
pemahaman karakteristik peserta didik adalah sesuatu yang mutlak oleh pendidik
karena adanya bermacam-macamnya karakter yang membutuhkan penanganan dan
langkah yang berbeda. Untuk itu beberapa hal yang perlu kita fahami oleh
pendidik antara lain
a. Karakteristik
Individu
Nahh apa sih Karateristik Individu? Individu
berasal dari kata indivera yang berarti satu kesatuan organisme yang
tidak dapat dipisahkan. Individu merupakan kata benda
dari individual yang berarti orang atau perseorangan. Setiap individu
pasti mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan, karena itu merupakan sifat
kodrat manusia yang perlu diperhatikan. Perbedaan makna dari pertumbuhan dan
perkembangan adalah istilah pertumbuhan digunakan untuk menyatakan perubahan
kuantitatif mengenai aspek fisik atau biologis, sedangkan istilah perkembangan
digunakan untuk perubahan kualitatif mengenai aspek psikis atau rohani. Dalam
proses pertumbuhan dan perkembangannya, manusia memiliki berbagai kebutuhan
yang dapat dibedakan menjadi kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder. Selain
itu seiring usianya bertambah, kebutuhan individupun akan juga bertambah.
b. Karakteristik
Individu Sebagai Peserta Didik
Individu memiliki sifat
bawaan (heredity) dan karakteristik yang diperoleh dari pengaruh
lingkungan sekitar. Menurut ahli psikologi, kepribadian dibentuk oleh perpaduan
faktor pembawaan dan lingkungan. Karakteristik yang bersifat biologis cenderung
lebih bersifat tetap, sedangkan karakteristik yang berkaitan dengan faktor
psikologis lebih mudah berubah karena dipengaruhi oleh pengalaman dan
lingkungan. Setiap peserta didik memiliki karakteristik, yaitu Kehidupan
individu yang utuh, lengkap, dan memiliki ciri khusus/unik.
Kehidupan pribadi seseorang
menyangkut berbagai aspek, antara lain:
1.
aspek
emosional
2.
aspek
sosial psikologis
3.
aspek
sosial budaya
4.
kemampuan
intelektual terpadu secara integratif terhadap faktor lingkungan.
Karakteristik kehidupan pribadi
bersifat khusus, dengan kata lain tidak dapat disamakan dengan
individu-individu lainnya. Seseorang individu juga memerlukan sebuah pengakuan
dari pihak lain tentang harga dirinya. Ia mempunyai harga diri dan berkeinginan
untuk selalu mempertahankan harga diri tersebut. Menurut ahli psikologi
perkembangan kehidupan pribadi manusia dipengaruhi oleh faktor keturunan (pembawaan)
dan faktor lingkungan (pengalaman).
Aliran Nativisme menyatakan
perkembangan pribadi telah ditentukan sejak lahir, sedangkan aliran Empirisme
menyatakan perkembangan pribadi dibentuk oleh lingkungan hidupnya. Aliran yang
menyatakan bahwa kedua faktor itu secara terpadu memberikan pengaruh tarhadap
kehidupan seseorang adalah aliran konvergensi. Perkembangan pribadi setiap
individu berbeda-beda sesuai dengan pembawaan dan lingkungan tempat mereka
hidup dan dibesarkan. Oleh karena itu, kepribadian setiap individu akan
berbeda-beda sesuai denga sifat badan dan kondisi lingkungan hidupnya.Adapun
kepribadian atau tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh proses perkembangan
kehidupan sebelumnya dan dalam perjalanannya berinteraksi dengan lingkungannya
serta kejadian-kejadian saat sekarang. Kehidupan pribadi yang mantap akan
membentuk perilaku yang mantap pula, sehingga mampu memecahkan berbagai
permasalahan hidupnya.Sebagai upaya pengembangan kehidupan pribadi dapat
dilakukan sebagai berikut:
1.
Membiasakan
hidup sehat, teratur, serta efisien waktu, mengenal dan memahami nilai-nilai
dan norma sosial yang berlaku secara baik dan benar.
2.
Mengerjakan
tugas dan pekerjaan sehari-hari secara mandiri dan penuh tanggung jawab.
3.
Sering
bersosialisasi dengan masyarakat.
4.
Melatih
cara merespon berbagai masalah dengan baik.
5.
Menghindari
sikap dan tindakan yang bersifat lari dari masalah.
6.
Disiplin,
patuh, dan tanggung jawab terhadap aturan hidup keluarga.
7.
Melaksanakan
peran sesuai status dan tanggung jawab dalam kehidupan keluarga.
8.
Berusaha
dengan sungguh-sungguh untuk meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan
ketrampilan sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki, baik melalui
pendidikan yang formal maupun tidak.
Selain itu perlu diciptakan suasana
yang kondusif dan keteladanan dari pihak yang memiliki otoritas, serta
mengefektifkan perkembangan sosial. Tentang pertumbuhan dan perkambangan para
ahli menyatakan bahwa istilah pertumbuhan tidak bisa dipisahkan, namun bila
ingin dibedakan maka pertumbuhan lebih menunjuk kepada perubahan fisik sedang
pekembangan lebih menuju kepada perubahan psikis dimana perubahan-perubahan
tersebut terjadi akibat dari kekuatan-kekuatan interen secara otomatis dan
kekuatan-kekuatan dari luar.
Jadi dapat disimpulkan Karakteristik peserta didik adalah totalitas kemampuan dan perilaku yang
ada pada pribadi mereka sebagai hasil dari interaksi antara pembawaan dengan
lingkungan sosialnya, sehingga menentukan pola aktivitasnya dalam mewujudkan
harapan dan meraih cita-cita. Karakteristik peserta didik di artikan sebagai ciri dari kualitas
perorangan peserta didik yang ada pada umumnya meliputi antara lain
kemampuan akademik, usia dan tingkat kedewasaan, motivasi terhadap mata
pelajaran, pengalaman, ketrampilan, psikomotorik, kemampuan kerjasama, serta
kemampuan sosial.
Karakteristik peserta didik meliputi: etnik, kultural, status sosial, minat,
perkembangan kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan
emosi, perkembangan sosial, perkembangan moral dan spiritual, dan perkembangan
motoric.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar